/
Rabu, 07 Desember 2022 | 08:25 WIB
Fitur Terbaru Polling WhatsApp - Ilustrasi Aplikasi WhatsApp (Pexels) (Pexels)

Modus penipuan kini semakin canggih terutama bagi anda yang selalu menggunakan WhatsApp.

Pengguna WhatsApp kini harus berhati-hati setelah viral seorang mengaku mengalami penipuan sehingga uangnya terkuras habis.

Modus baru penipuan ini mengirimkan virus Malware melalui pesan, dan bisa menguras isi rekening.

Awalnya, tautan tersebut dikirim oleh seseorang melalui pesan di WhatsApp yang mengaku sebagai seorang kurir jasa pengiriman, namun setelah dibuka ternyata diduga sebuah virus.

Cerita ini pun viral di media sosial.

Terlihat pesan chat seseorang dan pihak yang mengatasnama kurir J&T yang akan mengantarkan sebuah paket.

Warganet langsung heboh setelah tahu itu modus penipuan.

Pada pesan itu ada seseorang yang mengaku sebagai kurir paket yang ingin mengantarkan paket pesanan.

Si penipu lalu memberikan sebuah file yang membuat korban mengira bahwa itu adalah foto dari paket tersebut.

Baca Juga: Industri Wisata Indonesia Kebanyakan Promosi, Kurang Pengembangan

Namun bila lebih diperhatikan, tautan itu bukan fie foto melainkan sebuah file APK yang berisi virus malware yang menguras isi rekening korban.

Hal ini viral setelah pemerhati kejahatan cyberr @evan_neri.tftt membagikan sebuah screenshot yang berisikan sebuah isi percakapan seseorang melalui aplikasi Whatsapp.

Ia berniat mengedukasi pengguna media sosial agar lebih waspada terhadap modus-modus penipuan yang sudah semakin canggih.

Isi chat penipuan via Whatsapp yang merupakan modus terbaru-tangkapan layar/instagram @evan_neri.tftt-

“Ini modus kejahatan siber baru. Pelaku pura-pura dari jasa ekspedisi lalu mengirimkan file dengan ekstensi APK. Kalau tidak jeli dan tidak melihat judul file, bakal terkecoh ingin klik dan unduh filenya” ujar Evan dalam cuitannya.

Korban disebut sudah terlanjur meng-klik file tersebut.

Dan yang terjadi tanpa sadar ternyata saldo rekening mereka berkurang habis , padahal korban mengaku tidak ada menggunakan saldo tersebut, dan tidak pernah mengisi data-data yang berisikan id dan pin rekening mereka.

“Diduga file yang dikirim oleh pelaku dan di unduh oleh korban tersebut adalah exploit yang berjalan dilatar belakang untuk mengambil data korban, seperti aplikasi perbankan yang digunakan oleh korban lalu mengcopy USER ID dan PIN, atau istilah dalam dunia hacking adalah Sniffing” ujarnya.

Korban melaporkan dugaan ini pada pengamat kejahatan cyberr, mereka mengaku tidak ada aplikasi yang terinstall setelah mengklik file yang dikirimkan tersebut.

File tersebut kemungkinan besar berisi malware RAT (Remote Administrator Tool).

Dimana cara kerjanya adalah dengan me-remote HP korban dari jarak jauh, lalu beroperasi di balik layar korban.

Warganet pun geger, banyak yang tidak menduga bahwa hal tersebut dapat dilakukan sehingga mereka merasa tidak aman lagi dalam menggunakan aplikasi perbankan.

Load More