/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 14:41 WIB
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi (Suara.com/Yosea Arga)

"Menunjukkan power dan dominasi terhadap ADC dan perangkat rumah tangga lain, berperilaku yang dinilai adakalanya tidak selayaknya dilakukan oleh ADC," ucap Reni.

Tragedi Duren Tiga

Ferdy Sambo mengatakan bahwa dirinya ditelepon oleh Putri Candrawathi dalam kondisi menangis pada 7 Juli 2022. Saat itu, Ferdy Sambo berada di Jakarta, sedangkan Putri Candrawathi berada di Magelang bersama Ricky Rizal (terdakwa kasus pembunuhan, seorang ajudan), Kuat Ma’ruf (terdakwa kasus pembunuhan, sopir), Richard Eliezer (terdakwa kasus pembunuhan, ajudan), Susi (ART), dan Yosua atau Brigadir J.

Putri Candrawathi, yang juga merupakan terdakwa dalam kasus ini, menceritakan bahwa Yosua baru saja berlaku kurang ajar kepada dirinya dan masuk ke kamarnya. Dalam perbincangan tersebut, Putri meminta Ferdy Sambo agar tidak mengabari siapa-siapa dan ia ingin segera kembali ke Jakarta.

Keesokan harinya, pada 8 Juli 2022, di rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling, Jakarta Selatan, Ferdy Sambo menerima penjelasan dari Putri Candrawathi mengenai peristiwa yang menimpanya di Magelang. Sambo menyatakan bahwa istrinya diperkosa, diancam, dan diempaskan oleh Yosua.

Sambo mengaku bahwa emosinya tersulut setelah mendengar pengakuan istrinya. Ia lalu memanggil Ricky Rizal untuk menghadap dirinya.

Berdasarkan pengakuan Sambo di persidangan, ia meminta Ricky untuk menemaninya menemui Yosua. Adapun tujuan Sambo ingin menemui Yosua adalah melakukan konfirmasi terkait keterangan dari Putri Candrawathi.

Akan tetapi, ketika Sambo meminta Ricky untuk menjadi back-up dan menembak Yosua apabila Yosua melakukan perlawanan, Ricky tidak menyanggupi permintaan tersebut. Pada akhirnya, Richard Eliezer lah yang dipanggil oleh Sambo dan Eliezer bersedia untuk melakukan penembakan.

Sesaat kemudian, mereka berpindah dari rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling menuju rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Di sana, peristiwa penembakan terjadi.

Baca Juga: Hadirkan Skuter Listrik E01 untuk Uji Pasar, Yamaha Indonesia Dukung Insentif Kendaraan Elektrifikasi

Richard Eliezer menembak Yosua di hadapan Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf, dan Ricky Rizal. Ketika menjelaskan kejadian tersebut kepada pihak penyidik, Sambo membangun skenario berupa kejadian tembak-menembak yang dipicu pelecehan seksual oleh Yosua terhadap Putri Candrawathi di Duren Tiga.

Sambo berharap, melalui skenario tersebut, ia dapat menyelamatkan Eliezer dengan dalih perlindungan diri dan melindungi orang lain, dalam hal ini, Putri Candrawathi.

Skenario ini sempat bergulir di media massa hingga kejanggalan demi kejanggalan terkuak dan menarik perhatian publik. Desakan publik pun kian menguat sehingga pihak kepolisian menjadi jauh lebih teliti dalam menangani kasus ini.

Akhirnya, pada 6 Agustus 2022, Eliezer pun menuangkan pengakuannya secara tertulis. Pada tanggal 9 Agustus 2022, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menetapkan Ferdy Sambo, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf sebagai tersangka pembunuhan.

Perkembangan terkini

“Kenapa kami harus dikorbankan dalam masalah ini?”

Load More