/
Selasa, 27 Desember 2022 | 20:30 WIB
Prabowo Subianto ([WartaEkonomi.co.id])

Para kiyai kondang di Jawa Timur kedatangan tamu. Ia adalah Prabowo Subianto.

Dikabarkan, Ketua Umum Partai Gerindra itu melakukan pertemuan dengan beberapa ulama di Kota Surabaya. Peretemuan itu berlangsung beberapa jam dan tertutup.

Menteri Pertahanan itu tak sendirian. Ia didampingi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad. Dari penjelasan Muzani, pertemian Prabowo dengan belasan ulama untuk membahas banyak hal.

"Beliau (Prabowo) ingin mendengar langsung dari para tokoh, para pemimpin ponpes, kiai di Jatim yang setiap hari bergulat, bergumam di tengah-tengah masyarakat tentang berbagai hal," katanya, melansir dari WartaEkonomi.co.id--Jaringan Suara.com, Selasa (27/12/2022). 

Ia membeberkan, pertemuan itu sangat penting. Alasannya, pentolan Gerindra itu ingin mendapatkan masukkan dari para ulama.

Darinya, Prabowo merasa pertahanan Indonesia merupakan kerja sama semua pihak untuk mempertahankan Ibu Pertiwi.

"Beliau perlu mendengar (masukan) ulama, tokoh masyarakat, tentang berbagai persoalan. Kepada mereka (ulama), Pak Prabowo juga menjelaskan tentang berbagai macam situasi geopolitik dan beberapa persoalan lain yang dihadapi negara termasuk potensi negara, juga persoalan yang bisa menjadi masalah bagi pertahanan negara kita," ujarnya.

Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPR RI itu menyampaikan, harapan Prabowo dengan para kiai untuk mendapatkan optimisme serta rasa persatuan di tengah-tengah masyarakat.

Ia menyebut pula, pertemuan Prabowo dengan belasan ulama Jatim berkaitan dengan meminta restu untuk pencalonannya sebagai presiden di 2024 nanti.

Baca Juga: Bos Indosiar Yakin Karier Lesti Kejora Naik Lagi, Langsung Ajak Isi Acara Ultah

"Pak Prabowo menjelaskan kepada beliau (para ulama dan kiai) bahwa proses demokrasi juga sekarang dalam proses berjalan. Karena itu seperti yang dimandatkan oleh partai, beliau mencoba terus ingin tetap memberi pengabdian yang baik untuk bangsa dan negara. Karena itu beliau berharap bisa mendapatkan restu, mendapatkan pangestu dari para kiai dan ulama untuk 2024," kata Muzani.

Load More