Pemerintah mengenakan pajak penghasilan 5% bagi karyawan bergaji Rp 5 juta. Hal itu bahkan berlaku khususnya kepada yang belum memiliki pasangan, alias jomblo atau belum menikah.
Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia merinci, pajak penghasil 5% itu yakni Rp 300 ribu per tahun. Jika dibagi 12 bulan maka dikenakan Rp 25 ribu setiap bulannya.
Pernyataan tersebut, sekaligus mengklarifikasi sejumlah berita yang menyebutkan, pajak penghasilan yang dikenakan 5%,
“Kalau anda jomblo tidak punya tanggungan siapapun, gaji Rp 5 juta – pajak dibayar adalah sebesar Rp 300.000 per tahun atau Rp 25.000 per bulan. Artinya pajaknya 0,5% BUKAN 5%,” ujar Sri Mulyani dikutip dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Selasa (02/01/2023).
“Kalau anda sudah punya istri dan tanggungan 1 anak. Gaji Rp 5 juta per bulan TIDAK KENA PAJAK.”
Sementara bagi pejabat ataupun yang punya kekayaan juga dikenakan pajak penghasilan. Yakni, bagi yang bergaji di atas Rp 5 miliar per tahun, dikenakan pajak 35% atau mencapai Rp 1,75 miliar.
Dia menjelaskan ada kenaikan dari angka tersebut. Yaitu sebelumnya cuma 30%.
“Mereka yang kaya dan para pejabat memang dikenakan pajak. Bahkan untuk yang punya gaji di atas Rp 5 milyar per tahun, bayar pajaknya 35% (naik dari sebelumnya 30%). Itu kita-kira pajaknya bisa mencapai Rp 1,75 milyar setahun,” ucapnya.
Sedangkan, bagi usaha kecil dengan omzet penjualan dibawah Rp 500 juta per tahun bebas pajak. Bagi perusahaan besar yang mendapat keuantungan dikenakan pajak 22%.
Baca Juga: 8 Potret Fajar Sadboy Disuruh Jadi Mermaid, Ria Ricis Kembali Kena Hujat Netizen
Dia menyatakan, pajak memang untuk mewujudkan azas sila ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Maka dia menegaskan, uang pajak dari masyarakat juga akan kembali ke pada masyarakat.
"KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Uang pajak anda juga kembali ke anda,” lugasnya.
Dia meminta warga Indonesia untuk bisa lihat sekelilingnya. Di mana ada listrik, bahan bakar yang dipakai sehari-hari, semua disubsidi pakai pajak.
“Lihat sekelilingmu, listrik, bensin Pertalite, LPG 3 kg semua disubsidi pakai pajak. Sekolah, rumah sakit, puskesmas, operasinya pakai uang pajak. Jalan raya, kereta api, internet yang kamu nikmati – itu juga dibangun dengan uang pajak anda,” bebernya.
Di akhir kalimat, dia meminta warga RI bisa menjaga Bumi Pertiwi dengan taat bayar pajak.
“Pesawat tempur, kapal selam, prajurit dan polisi hingga guru dan dokter – itu dibayar dengan uang pajak kita semua. Yuk kita jaga dan bangun Indonesia bersama..! Negeri kita sendiri…milik kita semua,”
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol