Pelatih tim nasional Vietnam Park Hang-seo enggan mengomentari unggahan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong yang memperlihatkan tekel-tekel keras pemain Vietnam Doan Van Hau di akun Instagram pribadinya @shintaeyong7777 pada Minggu (8/1).
"Saya tidak aktif di media sosial. Jadi saya tidak bisa mengomentari soal itu," kata Park di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Senin (9/1).
Sebagai pelatih, Park Hang-seo memahami kekhawatiran Shin Tae-yong sebelum pertandingan.
Namun, juru taktik berusia 64 tahun itu menyebut bahwa unggahan Shin itu bisa mempengaruhi sikap pemain Indonesia terhadap Doan Van Hau.
"Sebagai pelatih kepala, saya dan pelatih Shin mempunyai kekhawatiran sendiri terhadap pertandingan yang biasanya hilang begitu laga usai. Akan tetapi, saya pikir tidak terlalu bagus kalau ada sikap lanjutan terhadap pemain lawan," kata Park menambahkan.
Sebelum Vietnam dan Indonesia bersua di leg kedua semifinal Piala AFF 2022, sosok Doan Van Hau mendapatkan sorotan karena dianggap beberapa kali bermain keras baik di fase grup dan leg pertama babak empat besar di Jakarta, tetapi lolos dari jerat kartu wasit.
Akan tetapi, saat laga leg kedua semifinal Piala AFF 2022 kontra Indonesia di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Senin (9/1), tuntas, Park Hang-seo bisa merasa lega lantaran tidak ada yang insiden serius yang melibatkan Doan Van Hau.
Meski begitu, sempat ada dua momen Doan Van Hau, yang berposisi bek kiri, dan bek kanan Indonesia Asnawi Mangkualam berbenturan. Salah satunya bahkan mengakibatkan beberapa pemain, termasuk pelatih Park Hang-seo sendiri, terprovokasi.
Doan Van Hau dan Asnawi Mangkualam pun mendapatkan masing-masing satu kartu kuning pada laga yang dimenangkan Vietnam dengan skor 2-0 itu. Kedua gol Vietnam dicetak oleh penyerang Nguyen Tien Linh.
Baca Juga: Performa Hajar Indonesia Bekal Vietnam Raih Juara Piala AFF 2022
Hasil positif tersebut membawa Vietnam melaju ke final Piala AFF 2022.
Itu menjadi final keempat Vietnam sepanjang sejarah Piala AFF setelah 1998, 2008 dan 2018. Dari tiga partai puncak itu, Vietnam dua kali keluar sebagai kampiun yakni pada 2008 dan 2018.
Di final Piala AFF 2022, Vietnam akan menghadapi pemenang dari semifinal lainnya yang mempertemukan Malaysia dan Thailand.
Pertandingan leg kedua semifinal Thailand versus Malaysia itu digelar di Stadion Thammasat, Rangsit, Thailand, Selasa (10/1). Pada leg pertama di Kuala Lumpur, Malaysia, Thailand tunduk 0-1.
Adapun bagi timnas Indonesia, kekalahan dari Vietnam membuat mereka gagal memenuhi target PSSI untuk menjadi juara Piala AFF 2022. Indonesia belum pernah menjadi kampiun di Piala AFF sejak turnamen itu pertama kali bergulir pada 1996.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot