DPP PDIP dipastikan tak mengumumkan calon presiden (Capres) untuk 2024 pada ulang tahunnya ke-50 tahun pada Selasa (10/01/2023) ini. Namun, ada dua nama besar yang diprediksi jadi capres PDIP.
Dua nama itu yakni Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Lantas bagaimana track record kedua politisi ulung ini?
Jika menelisik lagi, Puan yang merupakan anak kandung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memang digadang-gadang bakal mendapatkan posisi sebagai calon orang nomor satu oleh ibunya.
Tapi, tak menutup kemungkinan pengaruh Ganjar Pranowo tak mengusik. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu sudah memiliki pendukung di berbagai daerah. Berikut track record keduanya, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com.
Track Record Puan Maharani
Puan Maharani adalah Ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia. Puan Maharani dilantik pada Selasa (1/10/2019) lalu untuk masa jabatan 2019-2024.
Sebelum menjadi Ketua DPR RI, Puan Maharani menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo periode pertama.
Sosoknya mencuri perhatian karena Puan Maharani adalah anak dari Megawati Soekarnoputri dan cucu dari Presiden Soekarno. Hal itu menjadikan Puan Maharani adalah satu-satunya pewaris trah Soekarno di PDIP
Puan Maharani mulai terjun ke politik di awal tahun 2000-an. Puan Maharani bergabung dengan PDIP dan langsung menjabat sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Baca Juga: Nasib Nahas Dua Pelaku Begal Bekasi, Tewas Dikeroyok Massa, Motor Dibakar
Namun nama Puan Maharani mulai dikenal publik ketika Puan Maharani terpilih menjadi anggota legislatif Pemilu 2009 dari Dapil Jawa Tengah V dengan perolehan suara terbanyak kedua di tingkat nasional.
Sejak itulah karier politik Puan Maharani terus menanjak hingga kini sebagaimana dilansir Suara.com, jaringan media Presisi.co.
Track Record Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo saat ini dikenal sebagai Gubernur Jateng yang sudah menjabat selama dua priode sejak 2013 kemarin.
Ia juga merupakan salah satu politisi PDIP yang sudah bergabung dengan partai tersebut sejak masih bernama Partai Demokrasi Perjuangan (PDI) di era orde baru.
Ketika pecah peristiwa kasus 27 Juli 1996, Ganjar Pranowo sempat vakum dari politik dan menekuni profesi sebagai pengacara dan konsultan. Namun ketika PDI kubu Megawati Soekarnoputri bermetamorfosa menjadi PDIP, Ganjar Pranowo kembali bergabung hingga kini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ratusan Warga Asing Ditangkap di Apartemen Baloi View Batam, Diduga Pelaku Scam
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN
-
Liburan di Gili Trawangan Bakal Punya Vibes Baru, Resort Glamping Tepi Pantai Ini Buka Juli 2026
-
Biodata, Umur, dan Pekerjaan Mentereng Aksa Anak Soimah yang Baru Menikah
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Antam Alami Perubahan
-
Di Tengah Gempuran Gadget, Pojok Baca Jadi Cara Sederhana Meningkatkan Literasi
-
Pengasuh di Tulungagung Culik Bayi 17 Bulan, Tertangkap Saat Hendak Seberangi Selat Sunda
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir