/
Kamis, 12 Januari 2023 | 18:30 WIB
Amir Uskara. [Istimewa]

Isu Sandiaga Uno pindah partai dari Gerindra ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) makin santer terdengar. Bahkan, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara memberikan tanggapannya.

Yah, tanggapan itu soal PPP yang punya syarat ketat untuk siapa pun jika ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum.

"Kalau jadi ketum atau sekjen itu ada aturannya," katanya, dilansir Kamis (12/01/2023).

Ia menyebut, orang yang ingin menjadi ketua di PPP harus menjadi kader dengan waktu minimal 5 tahun.

"Kalau di PPP, mau jadi ketua umum, kan, ada proses. Artinya, minimal lima tahun sebagai kader, baru bisa jadi ketua umum," beber Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.

Baginya, Sandiaga Uno dan partainya memang mempunyai kedekatan. Namun, tak berdasarkan keinginan dari Sandiaga Uno untuk calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres).

Menurutnya, kedekatan itu sudah sangat lama. Yakni, saat era mantan ketum Suharso Monoarfa.

"Bukan karena mau menjadi capres saja. Sebelumnya, ketika zaman Pak Suharso, kami komunikasi dengan Pak Sandiaga bagus sekali," ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Ketua Mahkamah PPP Ade Irfan Pulungan menyebut Sandiaga Uno agresif mendekati PPP.

Baca Juga: Peneliti TNI AL Akan Teliti Pulau Baru yang Muncul Usai Gempa Maluku

Ia menuturkan, Sandiaga Uno mau mendapatkan tiket sebagai capres atau cawapres. Makanya Menparekraf itu terus bermanuver ke partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Sandiaga, lah, yang kebelet dan bernafsu mendekati PPP," kata Irfan melalui layanan pesan, Minggu (08/01/2023) lalu.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More