Isu Sandiaga Uno pindah partai dari Gerindra ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) makin santer terdengar. Bahkan, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara memberikan tanggapannya.
Yah, tanggapan itu soal PPP yang punya syarat ketat untuk siapa pun jika ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum.
"Kalau jadi ketum atau sekjen itu ada aturannya," katanya, dilansir Kamis (12/01/2023).
Ia menyebut, orang yang ingin menjadi ketua di PPP harus menjadi kader dengan waktu minimal 5 tahun.
"Kalau di PPP, mau jadi ketua umum, kan, ada proses. Artinya, minimal lima tahun sebagai kader, baru bisa jadi ketua umum," beber Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.
Baginya, Sandiaga Uno dan partainya memang mempunyai kedekatan. Namun, tak berdasarkan keinginan dari Sandiaga Uno untuk calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres).
Menurutnya, kedekatan itu sudah sangat lama. Yakni, saat era mantan ketum Suharso Monoarfa.
"Bukan karena mau menjadi capres saja. Sebelumnya, ketika zaman Pak Suharso, kami komunikasi dengan Pak Sandiaga bagus sekali," ujarnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Ketua Mahkamah PPP Ade Irfan Pulungan menyebut Sandiaga Uno agresif mendekati PPP.
Baca Juga: Peneliti TNI AL Akan Teliti Pulau Baru yang Muncul Usai Gempa Maluku
Ia menuturkan, Sandiaga Uno mau mendapatkan tiket sebagai capres atau cawapres. Makanya Menparekraf itu terus bermanuver ke partai berlambang Ka'bah tersebut.
"Sandiaga, lah, yang kebelet dan bernafsu mendekati PPP," kata Irfan melalui layanan pesan, Minggu (08/01/2023) lalu.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius