- PT Pertamina EP Zona 4 mencatatkan EBITDA USD 887,44 juta pada 2025, melampaui target awal USD 865,96 juta.
- Biaya produksi dan operasi PEP Zona 4 menurun signifikan pada 2025 dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
- Kinerja positif didukung kenaikan produksi minyak menjadi 27.642 BOPD dan produksi gas 530,9 MMSCFD.
Suara.com - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 mencatatkan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai USD 887,44 juta pada 2025.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto menyebut, angka tersebut melampaui target awal sebesar USD 865,96 juta.
"Dengan tetap mengedepankan efisiensi dan keandalan operasi, PEP Zona 4 terus menjaga kinerja keuangan agar tetap solid sekaligus mendukung pasokan energi nasional," kata Djudjuwanto lewat keterangannya pada Senin (9/2/2026).
Bersamaan dengan itu, PEP Zona 4 juga mencatatkan biaya produksi sebesar US$9,37 per barel setara minyak (BOE), lebih rendah dibandingkan pada 2024 yang mencapai US$10,49 per BOE. Kemudian, untuk biaya operasi turun menjadi US$11,18 per BOE dari US$11,63 per BOE pada 2024.
Penurunan biaya itu diikuti kenaikan produksi minyak sebesar 6,6 persen menjadi 27.642 barel per hari (BOPD), sementara produksi gas tercatat sebesar 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Djudjuwanto menyatakan bahwa kenaikan produksi migas merupakan dasar utama kinerja keuangan perusahaan.
"Melalui pengelolaan biaya yang disiplin dan optimalisasi lapangan secara berkelanjutan, PEP Zona 4 mampu menjaga kinerja operasional dan keuangan tetap solid," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
BCA Syariah Catat Pembiayaan Emas Meroket 200% Capai Rp 520 M di 2025
-
Emas Global ke Level USD 5.100, Dipicu Pelemahan Dolar dan Isu Larangan China
-
Punya 42 Tower, Meikarta Bakal Jadi Rusun Subsidi Terbesar di Indonesia
-
Bangkrut, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah Perumda BPR Bank Cirebon
-
FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float
-
Survei BI : Keyakinan Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat
-
BEI Temui MSCI Pekan Ini, Bahas Transparansi Pemegang Saham
-
Kapan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Dilaksanakan?
-
Harga Emas Naik Semua di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat
-
BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026