- Anggota Fraksi PSI DPRD DKI, Francine Widjojo, menilai distribusi pangan subsidi di Jakarta masih kacau dan sulit diakses warga.
- Pemangkasan anggaran Rp370 miliar memperburuk jangkauan program dan ketersediaan enam komoditas pokok.
- Francine menekankan pentingnya tata kelola yang lebih baik untuk menekan stunting dan memenuhi hak pangan kelompok rentan.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo, menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum mampu memenuhi ketersediaan pangan subsidi bagi warga penerima manfaat.
Kritik tajam tersebut disampaikan Francine dalam Rapat Paripurna Pembacaan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi DKI Jakarta terhadap Ranperda tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan pada Senin (9/2/2026).
Legislator dari partai berlogo gajah ini membeberkan bahwa dirinya banyak menerima aduan masyarakat terkait karut-marut persoalan pangan bersubsidi selama masa reses.
"Fraksi PSI masih menerima aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan permasalahan penerimaan pangan subsidi di DKI Jakarta," katanya.
Berdasarkan temuan di lapangan, Francine menyebut warga yang seharusnya menjadi penerima manfaat masih didera kesulitan untuk mengakses pangan murah.
Persoalan teknis seperti sulitnya sistem antrean daring menjadi salah satu kendala utama yang dikeluhkan oleh masyarakat Jakarta.
"Warga banyak mengeluh antrian online sulit dapat barcode pengambilan pangan subisidi. Tidak sampai sepuluh menit, antrian online sudah habis. Jenis pangan bersubsidi yang seharusnya tersedia sebanyak enam komoditas sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur, pada praktiknya tidak tersedia lengkap di setiap gerai," ungkap Francine.
Padahal, penyediaan enam jenis pangan murah tersebut merupakan kewajiban Pemprov DKI Jakarta dan BUMD pangan sesuai amanat Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2022.
Francine juga menyoroti kebijakan pemangkasan anggaran subsidi pangan sekitar Rp370 miliar, yang berdampak langsung pada menyusutnya jangkauan layanan bagi masyarakat.
Baca Juga: Heboh Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK, Begini Penjelasan Pihak Pengelola
"Pemotongan anggaran subsidi pangan sekitar Rp370 miliar berdampak secara langsung pada menurunnya cakupan layanan program subsidi pangan," ujar Francine.
Kondisi ini dianggap memprihatinkan karena sebelum adanya pemotongan anggaran pun, cakupan subsidi pangan tercatat baru menjangkau 31,85 persen dari total penerima manfaat.
Oleh karena itu, Fraksi PSI mendorong agar Ranperda tentang Sistem Penyelenggaraan Pangan memiliki tata kelola yang mumpuni demi distribusi yang lebih optimal bagi kelompok rentan.
"Sistem Penyelenggaraan Pangan ini harus mengatur tentang dukungan anggaran, mekanisme distribusi, dan tata kelola yang memadai agar pemenuhan hak atas pangan di DKI Jakarta dapat dipenuhi tanpa reduksi serta dapat diperluas cakupan dan jenis kemanfaatannya," tegas Francine.
Selain masalah kebutuhan pokok, ketersediaan pangan subsidi yang merata juga dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus gizi buruk di Ibu Kota.
Francine menekankan bahwa tingkat stunting di Jakarta masih tergolong tinggi sehingga memerlukan penanganan serius melalui distribusi pangan yang tepat sasaran.
Faktanya, tingkat stunting di DKI masih tinggi di angka 17,2 persen," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe