- Kepolisian menemukan sebelas bayi hasil hubungan luar nikah yang dititipkan di sebuah rumah wilayah Pakem, Sleman, Yogyakarta.
- Penemuan bermula dari laporan warga pada 8 Mei 2026 terkait kecurigaan praktik penitipan bayi di lingkungan mereka.
- DPR RI mendesak pemerintah memastikan perlindungan seluruh bayi serta memberikan pendampingan psikologis bagi ibu dan keluarga terkait.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyoroti temuan 11 bayi yang dititipkan di sebuah rumah di wilayah Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berdasarkan temuan kepolisian, mayoritas bayi tersebut lahir dari hubungan di luar pernikahan.
"Ini tentu menjadi keprihatinan bersama. Anak-anak yang lahir tetap harus mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan hak hidup yang layak. Negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi korban dari situasi sosial yang terjadi,” ujar Singgih kepada Suara.com, Senin (11/5/2026).
Singgih menilai kasus tersebut menunjukkan adanya persoalan serius terkait ketahanan keluarga dan kondisi sosial masyarakat.
Ia meminta pemerintah daerah, kementerian terkait, dan aparat penegak hukum memastikan seluruh bayi mendapat perlindungan dan penanganan yang layak.
Selain itu, ia juga mendorong adanya pendampingan psikologis bagi ibu dan keluarga yang terlibat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Jangan sampai anak-anak menjadi pihak yang paling dirugikan. Kita perlu memperkuat peran keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah agar persoalan sosial seperti ini bisa dicegah sejak dini,” tegasnya.
Singgih turut mengapresiasi langkah warga dan perangkat desa yang melaporkan keberadaan belasan bayi tersebut kepada aparat.
Langkah proaktif masyarakat tersebut dinilai sangat krusial agar penanganan oleh pihak berwenang dapat segera dilakukan demi menyelamatkan masa depan anak-anak tersebut.
Baca Juga: DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas
Penemuan 11 bayi itu bermula dari laporan warga dan perangkat desa yang curiga dengan keberadaan banyak bayi di satu rumah di wilayah Pakem, Sleman, Jumat (8/5/2026).
Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit mengatakan bayi-bayi tersebut sebelumnya lahir di sebuah praktik bidan di wilayah Banyuraden, Gamping, Sleman.
Awalnya hanya satu ibu yang menitipkan bayinya usai melahirkan. Namun praktik penitipan itu berkembang hingga ditemukan 11 bayi.
Dalam sepekan terakhir, bayi-bayi tersebut dipindahkan ke sebuah rumah di wilayah Pakem karena lokasi sebelumnya di Gamping sedang digunakan untuk kegiatan lain.
"Ya, untuk bayi ini mayoritas memang terus terang di luar pernikahan namun dari pemerintah pun akan mengupayakan bagaimana status terhadap orang tua dan anak ini," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT