/
Selasa, 14 Februari 2023 | 15:45 WIB
Hakim Wahyu Iman Santoso

Sosok Hakim Wahyu Iman Santoso ternyata bukan orang sembarangan. Sepak terjang sebagai hakim tidak diragukan lagi. Sosoknya kembali dipertanyakan, sejak memberi hukuman mati kepada Ferdy Sambo.

Wahyu pernah menjabat sebagai ketua pengadilan negeri di beberapa daerah. Saat ini menjabat Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Wahyu dilantik pada Rabu, 9 Maret 2022. Pelantikan Wahyu Iman Santoso saat itu dipimpin langsung oleh Ketua PN Jakarta Selatan Saut Maruli Tua Pasaribu.

Wahyu yang lahir pada 17 Februari 1976. Diangkat menjadi CPNS pada Maret 1999. Golongan atau pangkat pria yang berpendidikan akhir S-2 ini Pembina Utama Muda (IV/c).

Wahyu pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Ketua Pengadilan Negeri Kediri, dan Batam. 

Dia juga pernah bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri Karanganyar. Kemudian dipromosikan sebagai Ketua Pengadilan Negeri Tarakan Kelas IB.

Wahyu pernah menangani perkara gugatan pra peradilan yang diajukan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, saat menjadi hakim di PN Jaksel.

Eltinus saat itu menggugat KPK lantaran dijerat sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 di Mimika, Papua.

Dalam perkara itu Wahyu memenangkan KPK dan menolak gugatan yang diajukan pihak Eltinus Omaleng.

Baca Juga: Astaga! Sejumlah Kursi Taman di Sekitar Stadion Manahan Solo Hilang, Gibran: Nanti Pasti Ketahuan

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), tercatat harta kekayaan Wahyu Iman Santoso sebesar Rp 12.009.356.307.

Harta itu dia laporkan pada Januari 2022. Saat itu Wahyu Iman Santoso menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar.

Dalam laman tersebut, Wahyu Iman Santoso melaporkan memiliki delapan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Semarang, Jakarta Pusat, dan Batam. Nilainya mencapai Rp 7.900.000.000 atau 7,9 miliar.

Untuk harta bergerak, dia melaporkan memiliki motor Honda Vario tahun 2016 dan mobil Toyota Fortuner tahun 2018. Nilai keduanya mencapai Rp358 juta. Harta bergerak lainnya yang dia laporkan sebesar Rp 1.935.000.000.

Kas dan setara kas lainnya senilai Rp 209.809.219. Kemudian harta lainnya sebesar Rp 2.300.000.000 atau Rp 2,3 miliar. Dia tercatat memiliki utang sebesar Rp 693.452.912. Jadi total harta kekayaannya sebesar Rp 12.009.356.307.

Load More