Suara.com - Ibadah haji kini menghadapi tantangan baru akibat krisis iklim. Sebuah studi terbaru mengungkap suhu ekstrem di Arab Saudi selama musim haji telah mencapai tingkat yang berbahaya bagi tubuh manusia dan berpotensi mengancam keselamatan jemaah.
Dilansir dari Phys.org pada 8 Mei 2026, studi berjudul When Faith Meets Heat: Climate Change Risks During the Hajj Pilgrimage menyebut kombinasi panas dan kelembapan saat musim haji di Tanah Suci semakin sulit ditoleransi, bahkan oleh orang dewasa yang sehat.
Temuan ini muncul setelah suhu di Masjidil Haram pada 16–18 Juni 2024 mencapai 47 derajat Celsius dan dilaporkan sempat menembus lebih dari 51,8 derajat Celsius.
Kondisi tersebut berdampak fatal. Reuters melaporkan lebih dari 1.300 jemaah meninggal dunia selama pelaksanaan haji 2024, dengan sebagian besar korban diduga mengalami heatstroke atau serangan panas.
Salah satu peneliti studi tersebut, Atta Ullah, mengatakan paparan panas pada 17 Juni 2024 telah melampaui batas kemampuan tubuh manusia untuk bertahan dalam waktu lama di luar ruangan.
“Analisis kami menunjukkan bahwa pada 17 Juni 2024, gabungan efek panas dan kelembaban melampaui ambang batas kemampuan bertahan hidup bahkan untuk orang dewasa muda dan sehat selama kurang lebih empat jam berturut-turut,” ujar Atta.
Menurutnya, dalam kondisi panas ekstrem, tubuh manusia tidak lagi mampu menjaga suhu inti hanya melalui mekanisme berkeringat. Situasi ini membuat aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan menjadi berisiko tinggi bagi kesehatan dan keselamatan jemaah.
Penelitian tersebut juga menyoroti hari Arafah sebagai salah satu rangkaian ibadah haji dengan risiko tertinggi karena jemaah menghabiskan banyak waktu di area terbuka. Karena itu, para peneliti mendorong langkah mitigasi seperti penyediaan area teduh, akses air minum yang cukup, hingga edukasi pencegahan heatstroke bagi jemaah.
Adapun langkah sederhana yang disarankan untuk mengurangi risiko heatstroke antara lain memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, memakai tabir surya, serta menghindari paparan matahari langsung saat suhu terlalu tinggi.
Baca Juga: 3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, sebanyak 203.149 jemaah asal Indonesia diberangkatkan ke Tanah Suci. Penelitian tersebut memperingatkan bahwa tanpa upaya mitigasi dan penanganan krisis iklim, risiko panas ekstrem selama musim haji diperkirakan akan terus meningkat pada masa mendatang.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan