Pakar Hukum Pidana dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Jamin Ginting buka suara menanggapi nasib Bharada E atau Richard Eliezer setelah bebas dari penjara.
Richard Eliezer sendiri divonis 1 tahun 6 bulan penjara karena terlibat kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Adapun Richard Eliezer telah menjalani masa tahanan sejak awal Agustus 2022, artinya Richard harus menjalani masa tahanan kurang lebih selama 1 tahun lagi.
Sementara, sesuai aturan kepolisian, hukuman pidana yang tidak lebih dari dua tahun bisa membuat Richard Eliezer kembali menjadi polisi.
Kendati demikian, Jamin Ginting tidak menyarankan Richard Eliezer kembali ke kepolisian.
Sebab, Jamin Ginting khawatir masih ada kekuatan Ferdy Sambo di kepolisian hingga bisa membalaskan dendam.
Sementara, keselamatan Richard Eliezer sudah tidak dijamin lagi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Pertama saya khawatir tentang keselamatannya. Nanti dia kan kalau sudah diterima lagi kepolisian dan dia menjabat kepolisian maka lepaslah pertanggungjawaban LPSK, karena sudah dikembalikan. Nah siapa lagi yang akan menjaga keselamatan."
"Saya khawatirnya Pak Ferdy Sambo ini masih mempunyai kekuatan-kekuatan untuk membalas rasa dendam, contohnya ya, mudah-mudahan tidak," kata Jamin Ginting, dikutip dari akun @lambegosiip, Jumat (17/2/2023).
Baca Juga: Sistem Kerja Fleksibel Bisa Dorong Perempuan di Dunia Kerja, Benarkah?
Alih-alih kembali ke kepolisian, Jamin Ginting merasa LPSK perlu mendampingi dan mengawasi agar memberi Richard Elizer pekerjaan baru.
Bahkan, melihat contoh di luar negeri, seorang Justice Collaborator seperti Richard Elizer identitasnya harus dihilangkan.
Hal itu lantaran nasib keselamatannya yang masih belum terjamin meski sudah bebas dari penjara.
"Saya kira LPSK harus menjamin memberikan pekerjaan dan pengawasan kepada dia. Kalau di luar negeri kan seseorang yang disebut Justice Collaborator, identitasnya harus dihilangkan, diganti, dan dilindungi, dikasih pekerjaan," jelas Jamin Ginting.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues