Youtuber Jerome Polin dengan pengikut sekitar 7,3 juta di instagram kembali viral di twitter. Setelah sebuah akun menyebut Jerome Polin tidak disukai sejumlah WNI di Jepang.
Lantas apa penyebab Jerome Polin membuat sejumlah orang Jepang tidak nyaman?
Seorang netizen dengan akun @sisthaaaaa membeberkan, Jerome Polin banyak dibenci WNI yang tinggal di Jepang.
“Well teman-teman orang Indo yang juga tinggal di jepun banyak yang anti-Jerome. Mostly karena dia dianggap KY terutama saat ngonten di public space. Terus juga sering terlalu menggeneralisasi ketika ngasih info soal Jepang. Gitu lah,” tulis @sisthaaaaa yang diketahui merupakan bagian dari diaspora Indonesia di Jepang.
KY sendiri adalah singkatan dari Kuuki Yomenai, yang maknanya adalah sifat seseorang yang tidak bisa membaca situasi dan tidak peka sehingga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
Julukan tersebut disebut tertuju pada Jerome Polin karena saat membuat konten, ia dianggap tidak peka dengan privasi. serta kebiasaan orang Jepang di tempat umum.
“Sudah saatnya kita berhenti masbro masbro karena jerome dah ikutan, saatnya cari hewan lain,” tulis netizen dengan akun @abet_424 yang mengawali ramainya hujatan terhadap Jerome Polin.
Banyak yang menganggap influencer yang lahir pada 2 Mei 1998 itu kerap melontarkan candaan yang berlebihan dan aneh.
“Dah bubar bubar, ada orang sok asik,” komentar netizen.
Baca Juga: Cegah Stunting Pada Anak Lewat Praktik Pengolahan Cokelat dengan Daun Kelor
“Bubar bubarrr ada orang cringe,” timpal akun lainnya.
“Jerome emang KADANG ngasih infonya ga bener dan etikanya ga ada,” kata akun @kac******.
“Privasi orang harus dihargai sihh, Jerome jarang sensor muka orang Jepun di vid-nya,” sambung @ab******.
“Tapi emang dia tuh gak asik,” tulis akun @sar******.
Nampaknya, hujatan tersebut sampai ke telingan Jerome. Melalui Insta Story-nya, pria 24 tahun itu menuliskan sejumlah emoji bergambar tangan berotot.
Tak hanya itu, Jerome juga menuliskan kata-kata religius yang seolah tengah menggambarkan suasana hatinya.
Berita Terkait
-
Bakal Bikin Industri Kreatif Senyum, Produk Lokal Jawa Barat Berpeluang Mejeng di Uniqlo
-
Heboh Diaspora di Jepang Banyak yang Anti-Jerome Polin, Dibilang Jadi Party Pooper: Apa Sih Itu?
-
Jerome Polin Disebut Caper dan 'Party Popper', Hobi Bikin Kontroversi?
-
Profil Takeru Satoh, Aktor Papan Atas Jepang yang Bertemu dengan Syahrini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi
-
Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS
-
5 Hair Mask Melembapkan untuk Rambut Kering, Anti Kusut dan Mudah Diatur!
-
Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan
-
Batas Tipis Antara Kedekatan dan Pelampiasan: Kapan Orang Tua Harus Berhenti Curhat pada Anak?
-
Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!
-
Tolak Bau Busuk, Emak-emak Kayumanis Kompak Hadang Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Bogor
-
Warga Batam Diminta Tampung Air Banyak-banyak, Besok Aliran Mati di Berbagai Wilayah
-
PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang