- IHSG ditutup menguat 1,22 persen ke level 7.057,11 pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Kenaikan indeks didorong oleh penguatan sektor perbankan, saham konglomerasi, serta data pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan jangka pendek dengan target pengujian level psikologis di angka 7.100.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bangkit ke atas level psikologis 7.000 pada penutupan perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya indeks sempat tertekan cukup dalam akibat sentimen global.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat 1,22 persen ke level 7.057,11. Pada awal perdagangan, indeks bahkan sempat melemah hingga menyentuh level 6.921, seiring tekanan dari pelemahan bursa global serta kenaikan harga minyak mentah.
Namun, pergerakan IHSG berbalik arah ke zona hijau menjelang penutupan. Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham-saham konglomerasi dan sektor perbankan yang menjadi penopang utama indeks.
Secara sektoral, saham sektor basic materials mencatatkan kenaikan terbesar dengan penguatan 2,86 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang mengalami tekanan paling dalam dengan koreksi sebesar 1,52 persen.
Sentimen positif juga datang dari data ekonomi domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dibandingkan 5,39 persen secara tahunan pada kuartal IV-2025. Data ini dinilai memberikan dorongan optimisme bagi pelaku pasar.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas melihat adanya indikasi pembalikan arah (reversal). Hal ini tercermin dari indikator Stochastic RSI yang mulai bergerak naik dari area oversold.
Selain itu, histogram negatif pada indikator MACD juga mulai menyempit, yang mengindikasikan meredanya tekanan jual di pasar.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.
“Sehingga secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.100,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS
Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati dinamika global, terutama pergerakan harga komoditas dan sentimen eksternal yang masih berpotensi memengaruhi arah pasar.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 41,58 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 23,85 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,42 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 360 saham bergerak naik, sedangkan 328 saham mengalami penurunan, dan 271 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, ENZO, ABDA, KONI, BRPT, NIKL, NEST, BOBA, PIPA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, FWCT, YPAS, INDS, HERO, INCO, NETV, EURO, URBN.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan