Terkait rencana penghapusan tenaga honorer pada 2023 ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) juga sedang melakukan kajian yang tepat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdulloh Azwar Anas.
“Untuk tenaga honorer kami juga ditugaskan Presiden Jokowi untuk mendengar dan mencari opsi terbaik dari penyelesaian non ASN karena sebenarnya ada undang-undang 2018 bahwa tidak boleh ada lagi tenaga non ASN, batas waktunya November 2023,” ujar Abdulloh Azwar Anas, menyadur dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Jumat (24/02/2023).
Di mana awalnya, sisa 400 ribu non ASN, maka kami lakukan pendataan ternyata karena berbagai kebutuhan dan perkembangan lain muncul jadi 2,3 juta non ASN tapi yang menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak 1,8 juta non ASN.
“Tentu ini jadi PR buat kita disatu sisi kita diminta agar birokrasi kita profesional, tapi disisi lain sistem rekrutmen masih muncul berbagai hal yang tidak bisa kita pungkiri di daerah,” akunya.
“Maka kami sedang mencri opsi jalan tengah, kami melibatkan APPSI dan menerima rekomendasi mereka, serta bertemu APEKSI dan AKASI,” sambungnya.
Pihaknya juga sudah bertemu dengan pimpinan Komisi 2 DPR untuk merumuskan jalan tengah mengatasi hal ini dan melaporkannya ke Presiden terlebih dahulu.
“Skemanya ada dan ini win win solusion karena ini juga menyangkut keuangan daerah contoh formasi yang dituntaskan 2023 yang prioritas dulu pendidikan dan kesehatan,” akunya.
“Yang mana kita siapkan formasi pada 2022 ada 700 ribu lowongan untuk guru, tetapi baru bisa diserap daerah 400 ribu, sehingga ada urusan daerah yang harus kita dengar ternyata soal anggaran yang inilah kami diskusikan dengan daerah,” pungkasnya.
Baca Juga: Jejak Karier Rafael Alun Trisambodo, Kini Berakhir Mundur Sebagai ASN Ditjen Pajak
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati