Komika Bintang Emon ikut kesal menanggapi kasus penganiayaan yang menimpa anak petinggi GP Ansor bernama David (17).
Adapun David dianiaya oleh Mario Dendy Satrio (20), anak dari pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Rafael Trisambodo.
Motif penganiayaan diduga karena adanya tindakan dari David kepada kekasih Mario Dendy, Agnes (15) di masa lalu yang membuat dirinya kesal.
Kasus ini tengah menjadi viral lantaran harta kekayaan ayah Dendy yang terbilang fantastis melebihi harta Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Komika Bintang Emon pun tidak tinggal diam dan ikut menanggapi kasus ini.
Bintang Emon menyesalkan adanya kasus kekerasan yang mengakibatkan David mengalami koma di rumah sakit dan belum sadarkan diri.
Bintang Emon merasa seharusnya Mario Dendy bisa lebih bijaksana menjadi "anak baik" karena orang tuanya sudah kaya.
"Bapaknya kan udah kaya ya, kenapa nggak bisa anteng aja sih. Gitu tuh orang kalau nggak tahu kerasnya hidup," kata Bintang Emon, dikutip dari Instagram @lambegosiip, Sabtu (25/2/2023).
"Orang yang nggak pernah nyari respect ya begini ini. Kalau kita kan nyari respect ya, hormat ke orang lain, ngikuti etika yang berlaku, menghargai orang lain. Itu cara buat dapetin respect, jadi skill manusianya ada," tambah Bintang Emon.
Baca Juga: Terciduk Berduaan di Kamar RS, Netizen Berharap Fuji dan Thariq Halilintar Balikan
Bintang Emon kemudian menyoroti soal video penganiayaan yang beredar di media sosial.
Adapun dalam video tersebut, korban sudah jatuh terkapar di tanah tetapi tetap dipukuli oleh pelaku dan teman-temannya di bagian kepala.
Padahal, menurut Bintang Emon, bagian kepala adalah bagian yang paling dihindari dalam olahraga bela diri karena bisa mengakibatkan kematian.
"Yang dipukuli kan udah jatoh tuh. Lo kalau suka ngeliat bela diri, ini (bagian belakang leher) enggak boleh diserang nih karena banyak sarafnya bisa bikin mati atau cacat permanen. Ini diinjek," ujar Bintang Emon.
"Abis itu dia nendang mukanya, pake ancang-ancang, terus selebrasi. Itu bukan tindakan yang dilandasi oleh emosi, arogan, menindas manusia. Orang emosi mah serangannya mah sporadis," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta