Suara.com - Yayasan Tarakanita dan SMA Tarakanita 1 angkat bicara terkait keterlibatan salah satu siswinya berinisial Ag dalam kasus penganiayaan terhadap anak seorang pengurus GP Ansor, David.
Kasus penganiayaan tersebut diketahui dilakukan pacarnya Mario Dandy Satriyo (22), yang merupakan anak mantan Pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Rafael Alun Trisambodo.
Kepala SMA Tarakanita 1 Suster Pauletta CB membenarkan, jika Ag merupakan siswi dari SMA Tarakanita 1 yang masih duduk di kelas X.
"Benar yang bersangkutan adalah siswi kelas X SMA Tarakanita 1 Jakarta," katanya melalui keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com, Jumat (24/2/2023).
Dalam hal ini, Pauletta mengemukakan, pihak sekolah sama sekali mentoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apapun baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
"Kekerasan bukanlah bagian dari nilai-nilai Tarakanita sehingga Tarakanita tidak mentolerir tindakan perundungan dalam bentuk apapun oleh peserta didik baik di lingkungan sekolah atau di luar sekolah," katanya.
Lebih lanjut, pihak Tarakanita juga mendukung proses hukum yang saat ini sedang berjalan agar keadilan ditegakkan. Bahkan, pihak sekolah juga telah memberikan penindakan bagi Agnes sesuai aturan sekolah dengan memperhatikan undang-undang terkait, antara lain tentang perlindungan anak.
"Kami turut prihatin dan berempati atas tindakan kekerasan yang dialami oleh saudara David Latumahina, serta turut mendoakan untuk kesembuhannya," katanya.
Diketahui bersama, anak mantan Pejabat Ditjen Pajak Mario Dandy Satriyo (22) melakukan penganiayaan terhadap anak seorang pengurus GP Ansor, David (17) pada Senin (20/2/2023) lalu, sekira pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Peran Sean Lukas dalam Penganiayaan David: Provokasi Mario Dandy Satrio
Ketika itu, Mario menghampiri David yang sedang ada di rumah rekannya berinisial R. Bersama rekannya, Shane Lukas alias S dan Ag, yang dikehui merupakan mantan kekasih David. Saat ini polisi telah menetapkan dua orang dalam perkara ini, yakni Mario dan Shane Lukas. Sementara Ag masih diperiksa sebagai saksi.
"SL sudah kita naikan statusnya sebagai tersangka. A masih kami dalami," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Jumat (24/2/2023).
Berita Terkait
-
Rekam Video saat David Dianiaya, Shane Lukas Teman Mario Dandy Terus Tertunduk Saat Resmi Ditahan di Polres Jaksel
-
Cium Kejanggalan Aliran Duit di Rekening Rafael Alun Trisambodo, PPATK Ungkap Ada Perantara
-
Bantah PPATK Soal Tak Ada Tindak Lanjut Laporan Transaksi Keuangan Tak Wajar Rafael Alun, KPK: Telah Kami Analisis
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?