Polisi mengingatkan kepada masyarakat yang berlebaran di kampung halaman, tidak membuat status di media sosial sedang mudik. Karena bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
"Kami ingatkan kembali untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan sebelum melaksanakan mudik," tulis himbauan dari Polda Sulawesi Selatan, Kamis 20 April 2023.
Untuk itu polisi mengingatkan kepada pemudik:
1.Pastikan rumah yang ditinggalkan dalam keadaan terkunci dengan baik. Titip pesan kepada tetangga yang tidak mudik atau kepada RT/RW setempat
2.Jangan buat status lagi mudik yang memberikan informasi bahwa rumah lagi kosong. Karena dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan
3.Membawa barang bawaan secukupnya, jangan menggunakan perhiasan berlebihan yang dapat mengundang timbulnya tindak pidana
4.Dalam perjalanan selalu patuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan
5.Selalu perhatikan barang bawaan ketika mudik dengan kendaraan umum. Jika ada gangguan keamanan jangan ragu-ragu lapor ke pos polisi terdekat
6.Berhati-hati dalam mengemudi dan tidak menggunakan HP
Baca Juga: 5 Makna Tradisi Sungkeman saat Lebaran, Apakah Wajib Dilakukan?
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mengerahkan sebanyak 4.816 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2023.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso saat Memimpin Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2023 di Makassar, Senin, mengatakan aparat keamanan yang dikerahkan akan bekerja maksimal untuk pengamanan arus mudik dana Lebaran 2023. .
"Sebanyak 4.816 personel gabungan itu terdiri atas Polri, TNI, dan instansi terkait untuk mengamankan Lebaran 2023 dan arus mudik," ujarnya.
Kapolda mengatakan jumlah personel gabungan meliputi unsur Polri sebanyak 2.643 petugas, TNI 315 prajurit, dan unsur pemerintah daerah sebanyak 1.848 orang.
Setyo menyebutkan semua personel akan disebar di 104 pos pelayanan pengamanan para pemudik Lebaran 2023.
"Ada 104 pos yang didirikan terdiri atas 63 pos pengamanan, 32 pelayanan, dan 9 pos terpadu," katanya.
Selain itu, papar dia, pengamanan dilakukan kepada pemudik, aktivitas mudik, beberapa objek wisata, dan lokasi ramai dikunjungi masyarakat.
Dia menyatakan semua objek vital akan dijaga dan diawasi personel, baik itu pelabuhan, bandar udara, tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lainnya.
"Objek-objek vital itu menjadi prioritas, bukan hanya arus mudik yang diberikan pengamanan," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub