Sejumlah lembaga swadaya masyarakat pembela harkat dan martabat perempuan serta perlindungan anak yang tergabung dalam Gerak Bersama Perempuan Maluku (GPBM) melakukan demonstrasi menuntut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maluku berinisial DSK dicopot dari jabatannya.
"Mendesak yang bersangkutan dinonaktifkan dan melepaskan jabatannya selaku kepala dinas karena indikasi pelecehan seksual terhadap korban yang merupakan seorang ASN sekaligus bawahan langsung," kata Koordinator GPBM Othe Patti di Ambon, Selasa 18 Juli 2023.
Tuntutan tersebut disampaikan perwakilan demonstran kepada pimpinan dan anggota DPRD Maluku yang menerima mereka.
Menurut Othe, langkah menonaktifkan atau mencopot jabatan Kepala DPPPA Maluku merupakan sebuah prioritas untuk memutus mata rantai kekerasan seksual.
Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku didesak segera mempertimbangkan rekam jejak kejahatan seksual yang dimiliki pelaku untuk tidak lagi memberikan jabatan.
GPBM juga menuntut pemberian perlindungan dan pemulihan psikis bagi korban serta memastikan ruang aman bagi para korban karena perbuatan ini dilakukan beberapa kali oleh pejabat tersebut.
Selanjutnya memberikan ruang yang luas bagi korban dalam melakukan upaya hukum sesuai haknya, sekaligus menjadi bentuk pemulihan bagi korban dan ada efek jera untuk pelaku.
"Segera mengambil langkah tepat dan strategi untuk mengembalikan muruah DPPPA Maluku sebagai lembaga yang layak menjadi rumah yang nyaman bagi perempuan dan anak korban kekerasan," katanya.
Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun saat menerima para pendemo mengatakan bahwa lembaganya mendukung penuh aksi para kaum perempuan yang tergabung dalam GPBM terkait tuntutan menonaktifkan pejabat tersebut.
Baca Juga: Imbas Jadi Mata-mata Pakistan, Tiga Pria India Ini Dihukum Seumur Hidup
"Saat ini DPRD Maluku sedang membahas Raperda LPJ Gubernur 2022 dan kami nyatakan tidak akan mengundang Kepala DPPPA Maluku untuk menghadiri rapat di tingkat komisi," tegasnya.
Benhur mengatakan langkah DPRD menolak dengan tegas kehadiran Kepala DPPPA merupakan sikap legislatif mendukung penonaktifan yang bersangkutan dari jabatannya.
DPRD juga akan menyurati gubernur bersama Polda Maluku untuk mendukung tuntutan demonstran.
Sebelum mendatangi gedung DPRD Maluku, para demonstran mendatangi Kantor DPPPA Provinsi Maluku untuk melakukan orasi dan memasang sejumlah poster serta spanduk.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadli Ie mengatakan pemprov telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala DPPPA berinisial DSK sebagai tindak lanjut atas laporan dugaan tindak pelecehan terhadap stafnya.
Aparat kepolisian juga sudah memberikan atensi dalam kasus ini dan akan melakukan penyelidikan sesuai ketentuan. Dari sisi pemerintahan, DSK juga berpotensi mendapat sanksi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
PTBA Bina Karakter Siswa Ring 1, Anak-anak Disiapkan Jadi Generasi Unggul Masa Depan
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
Terkuak Dugaan Modus Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Dana Petani Tambak Udang Diduga Tak Tepat Sasaran
-
5 Alasan Bupati Bogor Rudy Susmanto Sebut Pameran APFI 2026 Sebagai 'Lorong Sejarah' Bangsa