Filosofi pakaian adat Bali pada dasarnya bersumber pada ajaran Sang Hyang Widhi, yakni Tuhan yang dipercayai memberikan keteduhan, kedamaian dan kegembiraan bagi umat Hindu yang mempercayainya.
Pakaian adat Bali pun ada bermacam-macam dengan gaya, keindahan serta nilai estetika tersendiri. Jenis pakaian adat ini mempunyai fungsi masing-masing, misalnya untuk persembahyangan, upacara pernikahan, kegiatan ada, kematian, dan sebagainya.
Pakaian adat Bali memiliki nama-nama yang berbeda. Adapun yang digunakan untuk wanita akan berbeda dengan yang dipakai untuk pria.
Perbedaannya adalah mulai dari bahan, model, bentuk, dan aksesoris dari pakaian adat tersebut.
Jika wanita mengenakan kebaya bali lengkap dengan aksesorisnya, maka pria mengenakan baju safari lengkap dengan udeng.
Baju Safari
Baju safari adalah pakaian tradisional Bali yang diperuntukkan untuk kaum pria. Desain baju safari mirip seperti kemeja yang dilengkapi dengan kerah dan kancing.
Pada bagian kanan dan kiri baju juga dilengkapi kantong atau saku. Baju ini berwarna putih bersih yang merupakan warna simbol kesucian.
Makna Baju Safari
Baca Juga: Viral Kevin 16 Tahun Menikah Beda Agama Dengan Mariana 41 Tahun
Warna putih pada baju safari ini melambangkan kesucian dan kesakralan. Makna dari warna tersebut diharapkan agar masyarakat pria Bali bisa selalu menjaga kesuciannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Matthaus Sebut Der Klassiker Dortmund vs Bayern sebagai Duel Magis
-
Senne Lammens Bahagia Dapat Pujian dari Edwin van Der Sar
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS
-
Ibu Tiri Bohong di 2024, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Kasus Kematian Nizam
-
Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
-
Main Borgol Berujung Apes, Tangan Remaja di Bondowoso Terkunci hingga Dievakuasi Damkar!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora