Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin menyoroti pernyataan Moeldoko yang mengibaratkan Rocky sebagai robot tak punya hati. Menurut Din, pernyataan semacam itu bisa saja dibalas dengan sebuah pertanyaan.
"Apakah para pejabat itu berotak dan berhati sehingga alergi terhadap kritik. Atau mereka patut diduga terbelenggu oleh syahwat kekuasaan, karena sedang menikmati kekuasaan itu," ujar Din.
Lebih lanjut, Din mengaku setuju dengan kritik Rocky Gerung bahwa Pemerintahan Jokowi sudah menyimpang dari UUD 1945. Soal kritikan itu benar atau tidak, tentu bisa didiskusikan.
"Bahwa frasa dari pengamat ke pengamat berbeda dalam menyimpulkan penyimpangan rezim adalah ciri pribadi masing-masing," ujarnya.
Din pun meminta Moeldoko dan pejabat lainnya untuk tidak alergi terhadap kritikan dari rakyat, apalagi menganggap kritikan sebagai serangan pribadi. Moeldoko seharusnya berpihak kepada rakyat karena gajinya berasal dari uang rakyat.
"Pernyataan KSP Moeldoko bahwa beliau akan memasang badan terhadap Presiden hanyalah ekspresi adu otot, bukan adu otak. Di alam demokrasi sebaiknya dikembangkan adu otak dalam dialog, bila perlu debat," ujarnya menambahkan.
Din mengaku yakin bahwa aksi pamer kuasa Moeldoko dan rencananya melaporkan Rocky ke polisi hanya akan menambah dukungan masyarakat kepada Rocky. Din adalah salah satu masyarakat yang akan mendukung.
"Kalau Jenderal Moeldoko akan pasang badan bagi atasannya, maka banyak dari kami, termasuk saya, akan pasang otak untuk Rocky Gerung. Saya akan berada di samping Rocky Gerung, dan akan mengajak rakyat untuk mendukungnya. Bismillah," ungkap Din.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin membela pengamat politik Rocky Gerung yang kini sedang terjerat kasus hukum dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi.
Baca Juga: Total Luas Wilayah Ibu Kota Baru yang Terdampak UU IKN
Prof Din mengatakan, Rocky merupakan warga negara sekaligus cendekiawan yang tentu punya hak dan kewajiban untuk mengkritik pemerintah, termasuk presiden. Karena itu, Moeldoko dan para pejabat pemerintahan lainnya tidak usah pamer kuasa menghadapi kritikan dari Rocky.
"KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko tidak usah bereaksi apalagi menunjukkan kekuasaan. Lebih baik mawas diri, mengevaluasi apakah kritik Rocky Gerung benar atau salah?" kata Din lewat keterangan tertulisnya berjudul 'Dukungan Kami Buat Rocky Gerung'.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Stop 'Pencet Setuju' Tanpa Baca! Inovasi Layanan Jadi Kunci Agar Kuota Internet Gak Hangus
-
Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun
-
Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029
-
Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat
-
Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar