Suku Dayak di Kalimantan masih melestarikan budaya dan adat istiadatnya di zaman serba modern seperti saat ini.
Termasuk juga sering mengadakan kesenian dengan pementasan tari tradisional. Tari Kancet Papatai atau Tari Perang menjadi salah satu tarian tradisional khas Suku Dayak.
Tari perang tradisional ini berasal dari masyarakat suku Dayak di Provinsi Kalimantan Timur.
Dikutip dari laman Kemendikbud, tari ini memberi makna keberanian para lelaki dari suku Dayak dalam berperang.
Bentuk tari perang bercerita tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang sedang berperang melawan musuh.
Tarian ini digambarkan mulai perang sampai dengan upacara pemberian gelar bagi pria atau ajai yang sudah berhasil mengenyahkan musuhnya.
Tari Perang didominasikan oleh gerakan yang gesit, lincah dan akrobatik dengan diiringi lagu Sak Paku yang hanya menggunakan alat musik Sampe.
Dalam setiap penampilan Tari Kancet Papatai yang ditarikan oleh pria, para wanita biasanya akan mengikuti tarian ini melalui 2 jenis tarian kancet yang berbeda.
Untuk sejarahnya, hingga kini belum diketahui kapan tarian perang ini mulai diciptakan.
Baca Juga: Meski Dukung Anies Jadi Presiden 2024, NasDem Ngaku Bukan Ingin Jadi Oposisi Jokowi
Beberapa menyebut tarian ini sudah ada sejak 1948 tetapi ada juga yang menyebut tarian ini muncul pada tahun 1970-an.
Kemunculan tarian ini diduga terjadi saat Suku Dayak mulai bermukim di Apau Kayan dan mereka sering mendapatkan serangan dari suku-suku lainnya.
Sejak saat itu, muncul Tari Kancet Papatai sebagai simbol dari kejantanan kaum laki laki Suku Dayak Kenyah untuk melawan musuh-musuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Resensi Buku Bintang Merah Menerangi Dunia Ketiga: Warisan Revolusi Oktober 1917.
-
Kiky Saputri Dikecam karena Candaan Seksis ke Member NCT WISH, Lapor Pak Turun Tangan
-
Diusir dari Ruangan, Donald Trump Ngamuk 2 Jam Usai Pilot AS Jatuh di Iran
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
4 HP Motorola Terbaru di Indonesia: Chipset Kencang, Kamera Bagus Ungguli iPhone
-
Kasus Kekerasan Pelajar di Cianjur Memanas, 11 Saksi Diperiksa Polisi untuk Bongkar Motifnya
-
Sinopsis Evil Dead Burn, Reuni keluarga Berubah Jadi Mimpi Buruk
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan