Kalimantan Timur menyimpan banyak keunikan adat dan budaya yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.
Terlebih adat dan budaya dari Suku Dayak yang masih kental melekat di Pulau Borneo ini.
Salah satu adat dan budaya dari Suku Dayak yang masih lestari adalah rumah adat mereka bernama Lamin.
Rumah adat Lamin merupakan rumah adat yang biasa ditempati oleh para tetua adat dan beberapa keluarganya.
Lantas apa fungsi dari rumah Lamin sendiri Dikutip dari buku Jelajah Arsitektur Lamin Suku Dayak Kenyah, rumah adat Lamin memiliki banyak fungsi.
Dahulu, fungsi rumah adat Lamin digunakan untuk tempat tinggal bersama beberapa
keluarga suku Dayak Kenyah.
Tetapi seiring perkembangan zaman, fungsi rumah adat Lamin juga bergeser.
Saat ini Lamin digunakan untuk upacara atau ritual adat, tempat pertunjukan seni budaya dan musyawarah adat suku dayak Kenyah.
Di zaman dahulu, Lamin yang besar digunakan
sebagai balai pertemuan disebut amin bioq, sedangkan lamin tempat tinggal biasa disebut amin dadoq.
Baca Juga: Bali United Youth Evaluasi Duel Bola Atas Usai Hadapi Klub Liga 2
Perbedaan yang paling tampak adalah kegunaan lamin, sedangkan dari ornamen dan motifnya tidak berubah.
Amin bioq digunakan sebagai balai pertemuan adat, sedangkan amin dadoq adalah lamin kediaman keluarga.
Amin dadoq dahulu kala dihuni para bangsawan dan kepala adat penuh dengan ornamen-ornamen indah dan umumnya bahan-bahannya jauh lebih bagus.
Seluruh rumah berdinding papan dan di dinding bagian depan tidak berjendela, tetapi di bagian belakang banyak sekali jendela.
Sementara, amin dadoq milik orang biasa sering mengunakan kulit kayu untuk dinding bagian luarnya dan dihuni sepuluh sampai lima puluh kepala keluarga secara berkelompok.
Berdirinya rumah adat Lamin menjadi sebuah bangunan yang membuktikan bahwa sejak dahulu suku Dayak Kenyah telah hidup dengan menerapkan berbagai nilai karakter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Review Project Hail Mary: Misi Penyelamatan Bumi dengan Penyampaian Cerita Tak Biasa
-
Andy Robertson Susul Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool
-
Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan
-
Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat
-
5 Pilihan Bedak Tabur Harga di Bawah Rp50 Ribu untuk Harian
-
18 Kode Redeem FC Mobile 10 April 2026, Panen Upgrade Live OVR UCL 117
-
7 Tablet 5G dengan Spek Kencang, Harga Paling Murah di 2026
-
Hasil Perempat Final Liga Europa: Aston Villa Bantai Bologna, Porto Ditahan Nottingham
-
Nikita Mirzani Ikutan Nyinyir saat Gilang Juragan 99 Flexing Jet Pribadi, Pecah Kongsi?
-
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti