News / Internasional
Jum'at, 10 April 2026 | 07:27 WIB
Fasilitas Nuklir Iran (CNN)
Baca 10 detik
  • Iran menolak batasan pengayaan uranium dan menyebut tuntutan AS-Israel hanyalah mimpi yang terkubur.

  • Teheran bersikeras program nuklir tetap jalan meski fasilitas sempat diserang pada Juni 2025.

  • Dialog damai antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Pakistan 10 April.

Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakan mutlak terhadap segala bentuk intervensi asing yang mencoba membatasi aktivitas pengayaan uranium mereka.

Teheran memandang bahwa keinginan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan program nuklir nasional adalah sebuah kemustahilan yang nyata.

Otoritas nuklir Iran memastikan bahwa setiap upaya untuk mengekang hak teknologi mereka tidak akan pernah membuahkan hasil di masa depan.

Ketegasan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tekanan diplomatik global yang menyasar fasilitas strategis milik negara Timur Tengah tersebut.

"Klaim dan tuntutan musuh-musuh kita untuk membatasi program pengayaan uranium Iran hanyalah keinginan yang akan terkubur," kata Kepala Badan Energi Nuklir Iran, Mohammad Elsami dikutip dari TFT World.

Pernyataan keras dari pihak Teheran ini mencuat tepat sebelum agenda pertemuan krusial yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Pakistan.

Rencananya, dialog perdamaian yang mempertemukan perwakilan Iran dan Amerika Serikat tersebut akan digelar pada tanggal 10 April ini.

Pertemuan ini menjadi sangat krusial mengingat eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar di kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Bagi Iran, proses negosiasi saat ini merupakan sisa-sisa upaya dari pihak lawan yang gagal dalam konfrontasi fisik sebelumnya.

Baca Juga: Enggan Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

"Semua konspirasi dan tindakan musuh-musuh kita, termasuk perang brutal ini, tidak menghasilkan apa pun. Sekarang mereka berusaha mencapai sesuatu melalui negosiasi," kata Eslami, dikutip AFP.

Isu mengenai kadar pengayaan uranium di Iran telah menjadi sumbu konflik utama dalam hubungan internasional selama dua dekade belakangan.

Negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat terus melontarkan tuduhan bahwa Iran sedang berupaya menciptakan persenjataan atom yang mematikan.

Di sisi lain, Iran secara konsisten memberikan bantahan dan memberikan jaminan bahwa seluruh aktivitas nuklir mereka murni untuk kebutuhan energi sipil.

Perselisihan pandangan ini terus menghambat terciptanya stabilitas politik di kawasan Timur Tengah yang sangat sensitif terhadap isu persenjataan nuklir.

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya sempat memberikan peringatan keras bahwa Teheran tidak boleh melakukan aktivitas pengayaan uranium apapun.

Load More