Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendis Kemenag, Ahmad Zainul Hamdi mengungkap hal unik saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan ujian pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Mengutip NU.OR.ID, sebanyak 16.717 guru mengikuti ujian pengetahuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Sabtu (9/9/2023).
Ada saja kisah menarik dalam PPG. Sebagian besar mahasiswa PPG adalah para guru lansia yang mengoperasikan mouse laptop saja harus dibantu cucunya.
“Kisah tentang ‘guru-guru tua’ yang menunggu antrean selama puluhan tahun untuk ikut PPG mungkin tetap terdengar menyedihkan. Namun, itu hal biasa karena memang begitulah rata-rata pesertanya,” ujar Ahmad Inung, sapaan akrabnya.
Saat datang ke UINSA, Ahmad Inung langsung diberi tahu bahwa ada peserta ujian yang membawa senjata. “Saya kaget. Senjata? Untuk apa? Untuk mengancam pengawas?” tanya dia.
Ahmad Inung pun dibawa masuk oleh panitia untuk melakukan pengecekan.
“Saya melihat di layar monitor, seorang peserta mengerjakan ujian di sebuah gubug tengah ladang, sambil menenteng senapan angin. Ini adalah peserta dari Sulawesi Utara,” ceritanya.
Menurut Ahmad Inung, peserta itu harus mengerjakan ujian di ladang di atas bukit agar mendapat sinyal, karena memang ujian dilakukan secara daring. Proses itu mempertaruhkan keselamatan diri peserta ujian PPG.
“Setiap saat ia bisa diserang monyet hutan. Karena itu, dia harus membawa senapan dan tetap waspada dari kemungkinan serangan monyet yang tak punya perasaan,” lanjut Guru Besar Perbandingan Agama UINSA Surabaya ini.
Baca Juga: Mobil Dinas Pemprov DKI Ngebul di Jalanan, Heru Budi: Sopir Sudah Disetrap!
Ahmad Inung menambahkan terlalu banyak kisah haru di balik PPG. Ada banyak keterbatasan dan hambatan yang dihadapi para peserta.
“Tapi saya tak pernah membayangkan bahwa salah satu hambatan itu adalah serangan monyet. Dasar monyet,” katanya.
Bagi peserta yang lulus ujian akan mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica