Suara.com - Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali melonjak setelah sempat turun di kisaran Rp28.000-Rp29.000 per kilogram.
Berdasarkan pantauan di Pasar Sidodadi, Pasar Tanjungsari, dan Pasar Gede, Cilacap, harga daging ayam potong telah mencapai Rp32.000 per kilogram.
Seorang pedagang daging ayam, Pariyem, mengatakan harga daging ayam pada pekan lalu sempat turun dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp28.000-Rp29.000.
"Namun pada hari Senin (9/6/2014), harga daging ayam potong kembali naik menjadi Rp30.000 per kilogram dan sejak kemarin (11/6) melonjak hingga Rp32.000," katanya.
Bahkan, kata dia, harga daging ayam kampung naik dari Rp52.000 per kilogram menjadi Rp55.000, sejak Selasa (10/6/2014).
Menurut dia, kenaikan harga daging ayam kampung tersebut mulai terjadi sejak pekan lalu.
"Biasanya, harga daging ayam kampung hanya sebesar Rp50.000 per kilogram namun sejak pekan kemarin, naik menjadi Rp52.000 dan sekarang telah menembus Rp55.000," kata dia.
Ia mengatakan kenaikan harga daging ayam baik potong maupun kampung, biasa terjadi setiap menjelang Ramadhan dan Lebaran akibat tingginya permintaan dari masyarakat.
"Apalagi sekarang banyak orang yang menggelar selamatan di bulan Syaban atau 'nyadran', sehingga permintaaan daging ayam terutama ayam kampung meningkat. Kondisi tersebut dimanfaatkan peternak untuk mencari keuntungan sehingga pedagang pun menyesuaikan harga," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Film 'Senin Harga Naik': Saat Karier Sukses Harus Dibayar dengan Luka Lama Keluarga
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Relatable Tapi Bikin Sesak: Film Senin Harga Naik Cocok untuk Kamu yang Pusing dengan Tekanan
-
Haru Tanpa Drama Berlebih di Film Senin Harga Naik: Bikin Kamu Nangis Saat Ingat Ibu
-
Promo Spesial M-TIX, Beli 1 Gratis 1 Tiket Film Senin Harga Naik
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari