- Data PIHPS Bank Indonesia mencatat penurunan harga komoditas pangan nasional di pasar tradisional pada Kamis, 10 Juli 2026.
- Penurunan harga terjadi pada berbagai komoditas pokok, mencakup beras, minyak goreng, gula, telur, hingga produk daging ayam.
- Komoditas cabai mengalami koreksi harga paling signifikan dibandingkan kelompok barang kebutuhan pokok lainnya di pasar nasional tersebut.
Suara.com - Rata-rata harga sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional pada Kamis (10/7/2026) tercatat mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dilihat melalui situs web bi.go.id/hargapangan pukul 10.11 WIB, hampir seluruh komoditas utama bergerak turun, mulai dari beras, cabai, daging sapi, hingga minyak goreng.
Penurunan paling mencolok terjadi pada cabai merah besar yang turun 50,84 persen atau Rp25.751 menjadi Rp25.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah juga terkoreksi 19,42 persen atau Rp12.050 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Harga cabai merah keriting ikut melemah 2,86 persen atau Rp1.451 menjadi Rp49.300 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau turun 39,64 persen atau Rp19.650 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Komoditas beras juga menunjukkan tren penurunan. Beras kualitas bawah I turun 1,36 persen menjadi Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II turun 5,52 persen menjadi Rp13.700 per kilogram.
Beras kualitas medium I tercatat turun 3,36 persen menjadi Rp15.800 per kilogram. Beras kualitas medium II turun 8,98 persen menjadi Rp14.700 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I dan super II masing-masing turun 6,52 persen menjadi Rp16.500 per kilogram dan 6,71 persen menjadi Rp16.000 per kilogram.
Di kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun 5,49 persen menjadi Rp34.500 per kilogram. Daging sapi kualitas I turun 13,45 persen menjadi Rp130.000 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II turun 15,16 persen menjadi Rp120.000 per kilogram.
Komoditas lainnya juga mengalami koreksi harga. Bawang merah ukuran sedang turun 20,51 persen menjadi Rp38.000 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang turun 20,54 persen menjadi Rp35.000 per kilogram.
Untuk kelompok gula dan minyak goreng, gula pasir kualitas premium turun 6,4 persen menjadi Rp19.000 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal turun 10,76 persen menjadi Rp17.000 per kilogram.
Baca Juga: Daftar Harga Pangan Terbaru: Cabai Rawit Paling Mahal!
Harga minyak goreng curah turun 2,68 persen menjadi Rp20.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I turun 9,28 persen menjadi Rp22.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II turun 12,39 persen menjadi Rp20.500 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras segar juga bergerak turun 18,66 persen atau Rp5.450 menjadi Rp23.750 per kilogram.
Berita Terkait
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rachmat Gobel dalam Kenangan Dasco: Dia Pengusaha Nasionalis dan Teman Seperjuangan
-
RANS Resmi Melantai di BEI, Raffi - Gigi Raup Rp429,25 Miliar
-
Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062
-
Link Resmi Pendaftaran Rekrutmen Pegawai SKK Migas 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
-
Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Bantu Nasabah Cek SLIK OJK dan Kelola Utang Lebih Bijak
-
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran
-
327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen, Apa Penyebabnya?
-
Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi
-
Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM
-
CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi