Suara.com - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika. Pada sesi pembukaan perdagangan, Selasa (17/6/2014) pagi, rupiah berada di level 11.800 per dolar Amerika.
Melemahnya rupiah memberikan keuntungan bagi eksportir. Karena, nilai barang yang diekspornya akan meningkat. Namun, Penasihat Asosiasi Ekspor Impor Hortikultura Taufik Kurnia mengatakan, pendapat yang mengatakan eksportir diuntungkan dengan pemelahan rupiah tidak selamanya benar.
“Memang dari nilai ekspor terjadi peningkatan tetapi kan ada juga peningkatan di biaya lain misalnya biaya pengapalan, itu kan dalam dolar. Jadi istilah you win some you lose some akan berlaku di sini. Di satu sisi ada peningkatan dari nilai ekspor da nada peningkatan biaya di sektor lain. Nanti akan dihitung, berapa selisih yang didapatkan,” kata Taufik kepada suara.com melalui sambungan telepon, Selasa (17/6/2014).
Taufik menambahkan, pelemahan rupiah kali ini juga tidak memberikan banyak keuntungan bagi eksportir. Karena, momennya bersamaan dengan puasa.
“Saat puasa dan Lebaran, permintaan pasti menigkat jadi eksportir pasti akan memenuhi permintaan dari pasar domestik terlebih dahulu baru ekspor. Jadi memang pendapat eksportir diuntungkan dengan pelemahan rupiah hanya teori karena dalam praktiknya tidak selalu sama,” tegasnya.
Karena itu, Taufik berharap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tetap stabil dan tidak fluktuatif seperti yang terjadi selama ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen