Suara.com - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) keberatan dengan sikap Kementerian Perumahan Rakyat yang melaporkan ratusan pengembang ke Kepolisian Indonesia karena dinilai melanggar aturan rumah hunian berimbang.
Ketua DPP Apersi, Edy Ganefo mengatakan, Kemenpera dinilai belum maksimal menyosialisasikan Permempera tentang kewajiban pengembang membangun satu rumah murah untuk setiap pembangunan satu ruamh mewah.
Kata dia, aturan tersebut tidak tercantum dalam UU Perumahan. Menurut Edy, Kemenpera seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengembang untuk mengetahui alasan tidak berjalannya aturan tentang pembangunan rumah murah.
“Karakter pengembang rumah ini kan beda-beda. Mereka yang sudah terbiasa membangun rumah mewah sudah tentu tidak akan mau apabila dipaksa untuk membangun rumah murah. Itu akan mempengaruhi brand image. Karena itu, bisa dicari cara dengan melakukan kerja sama operasi dengan pengembang rumah murah. Cara seperti ini bisa dilakukan daripada langsung melaporkan ke Mabes Polri,” kata Edy kepada suara.com melalui sambungan telepon, Senin (7/7/2014).
17 Juni lalu, Kementerian Perumahan Rakyat mengadukan 191 pengembang ke Mabes Polri. Menpera Djan Faridz mengatakan, pengembang dari 57 grup perusahaan itu tidak melaksanakan kewajiban mereka membangun hunian berimbang. Para pengembang itu dinilai telah melanggar UU nomor 20 tahun 2013 tentang rumah susun.
Berita Terkait
-
Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan
-
Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Tak Cuma Kredit, BTN Cetak Ratusan Developer Baru
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen