Bisnis / Properti
Minggu, 29 Maret 2026 | 14:50 WIB
Ilustrasi Rumah Subsidi. (Dok: BTN)
Baca 10 detik
  • Program Mini MBA in Property BTN telah melahirkan 863 pengembang baru untuk menjawab kebutuhan hunian nasional.
  • Lulusan program ini memperoleh akses kredit konstruksi dan pembinaan bisnis terintegrasi dalam ekosistem BTN.
  • BTN akan melanjutkan program ini dengan Batch 25 yang dimulai 11 April 2026 di Jakarta.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) terus mendorong adanya pengembang baru untuk memenuhi kebutuhan rumah di Indonesia. Salah satunya, lewat program Mini MBA in Property yang telah melahirkan 863 pengembang baru.

Pada tahun 2025 saja, BTN berhasil mencetak 71 pengembang baru yang berasal dari Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Housing Finance Center (HFC) BTN dan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan program ini digelar untuk menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat di Indonesia, sekaligus menghadirkan pengembang yang kompeten.

"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN," ujar Hermita seperti dikutip, Minggu (29/3/2026).

BTN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sektor perumahan sebagai motor utama perekonomian nasional (Dok: BTN)

Menurut Hermita, sektor properti masih memiliki potensi besar seiring tingginya kebutuhan rumah, khususnya di daerah. Dukungan pemerintah melalui berbagai program pembiayaan dan subsidi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini.

Program Mini MBA in Property dirancang tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga simulasi nyata menjadi pengembang properti. Peserta mendapatkan akses pembiayaan proyek perumahan serta pembinaan bisnis yang terintegrasi dengan ekosistem BTN.

Selain itu, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sektor perumahan dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena sifatnya yang padat karya dan menggunakan sebagian besar bahan lokal.

"Bahkan untuk setiap Rp 1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional," kata Hermita.

Sepanjang 2025, alumni program ini juga telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.

Baca Juga: Limit Transfer Bank saat Lebaran: BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN

Ke depan, BTN akan terus memperkuat program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, dengan membangun ekosistem perumahan yang lebih terintegrasi.

BTN juga akan membuka Program Mini MBA in Property Batch 25 yang dijadwalkan dimulai pada 11 April 2026 di Menara 2 BTN, Jakarta.

Load More