Suara.com - Masih banyak masyarakat belum memahami iklan dengan benar sehingga perlu adanya edukasi kepada perusahaan maupun pembuat iklan.
"Salah satunya untuk sektor jasa keuangan, dari tahun 2009 hingga 2013 kami sudah menemukan ada 11 kasus iklan yang bermasalah," kata anggota Dewan Periklanan Indonesia Ridwan Handoyo.
Menurut dia, permasalahan yang banyak terjadi yaitu garansi yang ditawarkan tidak jelas dan penggunaan kata superlatif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Misalnya saja penggunaan kata 'paling' dan 'ter' tanpa terlebih dahulu melakukan survei, biasanya kami memberikan teguran kepada perusahaan yang membuat iklan tetapi dalam bentuk edukasi dan sosialisasi," ujarnya.
Tujuan dari pengedukasian tersebut, yaitu agar pelaku bisnis tidak merugikan masyarakat dan tetap fokus pada manfaat yang diberikan kepada masyarakat melalui produk yang ditawarkan.
"Sebagian masyarakat belum memahami literasi iklan dan mereka akan percaya begitu saja padahal belum tentu demikian, sehingga kami merasa perlu memberikan edukasi kepada perusahaan pembuat iklan maupun pemasang iklan," ujarnya.
Menurut dia, iklan perusahaan keuangan bukan merupakan iklan yang paling bermasalah jika dibandingkan iklan yang berhubungan dengan kesehatan di antaranya makanan, minuman dan rokok.
"Untuk sektor-sektor ini perhatian kami lebih besar karena berhubungan dengan keselamatan masyarakat, dalam satu tahunnya rata-rata ada 100-150 kasus yang bermasalah," jelasnya.
Kebanyakan permasalahan yang ditemukan seperti halnya iklan jasa keuangan, yaitu penggunaan kata superlatif tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas.
"Kebanyakan kasus-kasus ini kami temukan sendiri, selanjutnya kami akan membina perusahaan iklan maupun pemasang iklan untuk lebih mempertanggungjawabkan apa yang diiklankan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
LPCK Mulai Garap Hunian Murah di Kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis
-
Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk
-
Ponzi Berkedok Syariah, OJK dan PPATK Jelaskan Kasus Fraud Pinjol Dana Syariah Indonesia
-
Airlangga Yakin Lahan Papua Lebih Bagus untuk Food Estate Ketimbang Australia
-
Airlangga Klaim SPPG Model Bisnis Aman: Jaminannya APBN MBG Rp 335 Triliun
-
Perempuan Lentera Kehidupan Hadir dalam 12 Potret Terbaik dari Jurnalis Nasional di MRT Bundaran HI
-
Indonesia Siapkan Ekosistem Semikonduktor, Libatkan Inggris dengan Anggaran 125 Juta USD
-
Perluas Akses Air Bersih Pascabencana, Kementerian PU Bangun 57 Titik Sumur Bor di Aceh
-
Pelni Logistics Bidik Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas Capai 56.482 TEUs di 2026
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun