Suara.com - Kementerian Perumahan Rakyat menyelenggarakan Rapat Konsultasi Regional (Rakonreg) Tahun 2014, untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, pada 9-11 September 2014 di Bali. Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenpera, Hardi Simamora mengatakan, rapat ini merupakan upaya pemerintah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan kawasan permukiman.
"Pelaksanaan Rakonreg ini dilaksanakan sebagai koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam penyusunan rencana pembangunan perumahanan dan kawasan permukiman", ungkap Hardi Simamora, seperti dilansir dari laman Kemenpera.go.id, Kamis (11/9/2014).
Rakonreg dihadiri oleh para Kepala Bappeda Provinsi dan Kab/Kota yang menangani urusan perumahan dan kawasan permukiman. Melalui Rakonreg ini, setiap perwakilan daerah diberi kesempatan untuk memberikan usulan maupun menyampaikan berbagai permasalahan di daerah masing-masing, untuk dapat menjadi bahan rumusan kebijakan yang lebih tepat di masing-masing daerah.
"Pada tahun-tahun mendatang, tantangan penyediaan perumahan semakin besar, karena dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik dan ekonomi. Selain itu terdapat masalah urbanisasi dan ada tantangan target MDG's untuk pengurangan penduduk miskin. Saya sangat berterimakasih kepada Kemenpera yang telah memfasilitasi Rakonreg ini. Saya berharap melalui rakonreg ini dapat disepakati prioritas dalam pembangunan perumahan untuk mengatasi berbagai masalah perumahan yang ada," tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, I Nyoman Astawa Riadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang