Suara.com - Presiden terpilih Joko Widodo disarankan untuk mengeluarkan peraturan pemerintan pengganti UU (perppu) untuk menambah kuota BBM bersubsidi. Pengamat ekonomi Iman Sugema mengatakan, kuota BBM bersubsidi pada tahun ini dipastikan tidak cukup untuk memenuhi konsumsi nasional.
Menurut dia, opsi penambahan kuota BBM bersubsidi merupakan satu-satunya cara untuk memastikan pasokan BBM cukup hingga akhir tahun ini.
“Kalau menaikkan harga BBM subsidi itu tidak menjamin akan mengurangi konsumsi. Kenaikan itu hanya untuk mengurangi beban subsidi di APBN 2014. Kalau mau menjamin agar BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun, maka pemerintahan Jokowi-JK harus menambah kuota BBM bersubsidi,” kata Iman kepada suara.com melalui sambungan telepon, Sabtu (13/9/2014).
Iman mengaku heran dengan keputusan pemerintah dan DPR yang menetapkan kuota BBM bersubsidi di APBN Perubahan 2014 sebanyak 46 juta kilo liter. Kata dia, jumlah tersebut sudah pasti tidak cukup karena konsumsi BBM bersubsidi pada tahun sebelumnya adalah 46,4 juta kiloliter.
Beberapa waktu lalu, BPH Migas mengungkapkan bahwa sisa kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun tinggal 13 juta kiloliter. Dengan asumsi tiap bulan konsumsi mencapai 4 juta kiloliter maka kemungkinan besar BBM subsidi akan habis pada November nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat