Suara.com - Menjelang sidang paripurna DPR yang akan mengesahkan RUU Pilkada, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia berhasil menguat. Pada sesi pembukaan perdagangan, Kamis (25/9/2014), IHSG melesat 27,5 poin atau 0,53 persen ke posisi 5.201. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,89 poin (0,78 persen) ke level 885,60.
"Penguatan bursa Amerika turut mendorong bursa Asia, termasuk indeks BEI yang naik pada pagi ini menyusul data penjualan rumah baru Amerika Serikat yang lebih baik dari estimasi," kata analis Samuel Sekuritas Aiza.
Ia menambahkan bahwa adanya spekulasi mengenai bank sentral Eropa (ECB) yang akan memberikan stimulus baru setelah data kepercayaan bisnis di Jerman diluar ekspektasi menambah sentimen bagi pasar saham.
"Diharapkan ada stimulus dari ECB untuk mendorong laju ekonomi di kawasan itu lebih baik," katanya.
Dari dalam negeri, lanjut Aiza, pasar akan mencemati hasil paripurna DPR terkait keputusan mekanisme Pilkada. Perkembangan terakhir menunjukkan kecenderungan DPR akan memilih Pilkada langsung.
Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa nilai tukar rupiah yang kembali mengalami apresiasi dapat menambah sentimen positif bagi pasar saham di dalam negeri.
"Berkurangnya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang jatuh tempo di kuartal III 2014, dan kepentingan AS untuk menjaga target pertumbuhan ekonominya terkait dengan ekspor diharapkan menjaga stabilitas rupiah," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 82,97 poin (0,35 persen) ke 24.004,58, indeks Nikkei naik 178,90 poin (1,11 persen) ke 16.346,35 dan Straits Times menguat 1,10 poin (0,03 persen) ke posisi 3.293,91. (Antara)
Berita Terkait
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Belum bangkit, IHSG Ditutup Anjlok 4,88 Persen ke Level 7.922
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun