Suara.com - Cina menjadi negara yang paling banyak melakukan kejahatan siber (cyber crime) terhadap perusahaan Amerika. Hal itu diungkapkan oleh Direktur FBI, James Comey dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS di program 60 Minutes.
“Ada dua tipe perusahaan besar di Amerika yaitu mereka yang telah diretas oleh Cina dan mereka yang tidak tahu telah diretas oleh Cina,” ujarnya.
Comey mengatakan, kerugian yang dialami perusahaan Amerikan akibat aksi kejahatan siber itu sulit untuk dihitung. Namun, kata dia, angkanya kemungkinan mencapai miliaran dolar Amerika.
Ketika ditanya negara mana saja yang paling sering melakukan kejahatan siber terhadap Amerika, Comey menolak untuk merinci. Dia hanya mengatakan,” Cina merupakan negara yang berada dalam peringkat teratas.”
Dia memberi contoh kasus yang menimpa lima anggota Tentara Pembebasan Cina yang meretas salah satu perusahaan Amerika dan kemudian melakukan perdagangan secara rahasia. Ketika kasus ini diumumkan kepada publik, Mei lalu, pemerintah Cina langsung murka. Kasus itu merupakan kasus mata-mata di dunia siber pertama yang ditangani penuntut federal. (AFP/CNA)
Berita Terkait
-
Kejahatan Siber Serang Industri Pasar Modal, OJK Minta Jaga Data Pribadi
-
Datang Nonton Bola, Pulang Masuk Bui? Ancaman Mengerikan di Piala Dunia 2026
-
Lindungi Diri di Media Sosial: Panduan Praktis Menghindari Penipuan
-
Waspadai Ucapan Natal Palsu, BNI Imbau Nasabah Tidak Sembarangan Klik Tautan
-
Bisnis Mixue Hadir di Amerika Serikat, Netizen: McDonald's Ketar-ketir?
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Pembayaran Digital Meningkat, Gen Z Mulai Pilih untuk Berbisnis
-
Purbaya Tarik Dana SAL Rp 75 T dari Perbankan demi Belanja Pemerintah
-
Wamendag Cek Minyakita di Pasar Jakarta, Harga Dijual di Bawah HET
-
Harga Perak Melemah Tipis Awal Tahun 2026, Aksi China Bisa Picu Kenaikan Lagi?
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo, BP Serentak Turun, Ini Daftarnya
-
Dirut BSI Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Nasabah di Tahun 2026
-
Penolakan Pembayaran Tunai, Wamendag Tegaskan Uang Cash Masih Berlaku di Pasar
-
Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
-
Starbucks Masih Akan Tutup Tokonya di Tahun 2026, PHK Karyawan Mengintai