Suara.com - Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa Ban Ki-moon mengatakan, lebih dari 1,2 miliar penduduk dunia hidup dengan 1,25 dolar Amerika atau sekitar Rp15 ribu per hari. Sedangkan 2,4 miliar lainnya hidup dengan 2 dolar Amerika atau sekitar Rp24 ribu per hari.
Ban mengungkapkan hal itu dalam the International Day for the Eradication of Poverty, Jumat, (17/10/2014). Kata dia, sejak dunia dilanda krisis finansial pada 2008, kesenjangan terus meningkat termasuk diskriminasi kepada perempuan dan gadis remaja.
Ban mengatakan, kemiskinan yang terus bertambah jumlahnya serta perlakukan yang tidak setara kepada perempuan akan memunculkan instabilitas.
Dia memberi contoh kasus Ebola yang melanda Afrika di mana kasus itu bukan hanya mengancam kesehatan tetapi juga pertumbuhan ekonomi serta menghambat upaya tiga negara yaitu Liberia, Guinea dan Sierra Leone memerangi kemiskinan.
Berdasarkan data PBB, setiap tahun diperlukan dana sebesar 66 miliar dolar Amerika untuk meningkatkan pendapatan penduduk miskin di dunia. Sementara itu, Duta Besar Finlandia, Pertti Majanen mengatakan, bantuan dari pemerintah kepada negara berkembang jumlahnya bisa dua kali lipat dari dana untuk meningkatkan pendapatan penduduk miskin di dunia. (News)
Berita Terkait
-
Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi
-
Benarkah Beras dan Rokok Penentu Garis Kemiskinan Warga Jakarta?
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa
-
Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi RI Seperti Lingkaran Setan
-
Tolak Perubahan PAM Jaya Jadi PT, Warga Miskin Kota: Air Hak Asasi, Bukan Komoditas!
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital
-
Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau
-
Awas! Praktik Jual-Beli Rekening Bisa Dijerat Hukum Penjara
-
Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN
-
Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
-
WSKT Rampungkan Proyek Rumah Sakit di Kalbar
-
Bank Saqu Gaet Komunitas Lari Bidik Nasabah Secara Organik
-
Daftar Proyek-proyek yang Akan Dijalankan Danantara