Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia melanjutkan tren penguatan. Pada sesi penutupan perdagangan pertama, Kamis (23/10/2014), IHSG naik 13,6 poin atau 0,26 persen ke posisi 5.087,963. Posisi ini menguat 11 poin dibandingkan sesi pembukaan perdagangan pagi tadi di posisi 5.076,58.
Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa IHSG cenderung menguat terbatas seiring pelaku pasar terus memantau perkembangan teranyar terkait pembentukan tim ekonomi pemerintahan Jokowi-JK.
"Spekulasi di pasar saham akan tetap terjadi seraya menanantikan kepastian dari kabinet menteri pemerintahan Jokowi-JK," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar juga masih menanti kebijakan terhadap penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengingat subsidi pada sektor energi cukup membebani APBN.
Dari eksternal, ia mengatakan bahwa munculnya kekhawatiran beberapa bank negara-negara di kawasan Eropa kemungkinan tidak akan berhasil melewati "stress test", setidaknya sekitar 11 bank dari enam negara Eropa diperkirakan tidak lolos tes tersebut, kondisi itu bisa membuat sentimen negatif bagi laju bursa Asia, termasuk IHSG BEI.
"Namun, itu sifatnya masih spekulatif, mengingat hasil 'stress test' baru dapat diketahui pada akhir pekan ini," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 43,50 poin (0,19 persen) ke 23.360,47, indeks Nikkei turun 54,06 poin (0,34 persen) ke 15.143,42, dan Straits Times menguat 23,96 poin (0,75 persen) ke posisi 3.226,07. (Antara)
Berita Terkait
-
Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI
-
Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG
-
Bukan yang di Foto Viral, Ini Rincian Asli Uang Rupiah-Valas yang Disita KPK di Rumah Silmy Karim
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Regenerasi, Hadirkan Ruang Bertemunya Beragam Generasi dalam Dunia Seni
-
Polisi: Bundaran HI Wajib Steril dari Demo Mahasiswa agar Jakarta Tak Lumpuh!
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI
-
Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG
-
Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
-
Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?
-
Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya