Suara.com - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia optimistis jumlah penumpang tidak akan turun meski Kementerian Perhubungan sudah mengizinkan maskapai untuk menaikkan tarif batas atas sebesar 10 persen.
Manajer senior Komunikasi Internal PT Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan, mayoritas penumpang Garuda Indonesia adalah kelas premium yang menerapkan prinsip value for money.
Karena itu, Garuda Indonesia tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para penumpang. Selain itu, inovasi-inovasi terbaru untuk memuaskan penumpang juga akan terus dilakukan.
“Karena penumpangnya adalah kelas premium jadi kenaikan harga tarif batas atas ini sebenarnya bukan hal yang terlalu sensitif bagi Garuda Indonesia. Layanan Garuda Indonesia selama ini sudah memberikan pelayang yang premium. Kenaikan tarif batas atas ini setidaknya bisa membuat Garuda Indonesia bernafas lega karena biaya operasional yang meningkat akibat naiknya harga avtur dan juga depresiasi rupiah,” kata Ikhsan kepada suara.com melalui sambungan telepon, Kamis (23/10/2014).
Ikhsan mengatakan, Garuda Indonesia akan menaikkan tarif penerbangan setelah menerima salinan surat keputusan dari Kementerian Perhubungan. Kata dia, kenaikan tarif batas ini hanya untuk penerbangan domestik dan bukan untuk penerbangan luar negeri.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51/2014 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Aturan itu berlaku mulai 1 Oktober 2014.
Berita Terkait
-
Cinta, Tradisi, dan Kekuasaan dalam Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari
-
Keterangan Pers Bahlil Terkait Kenaikan Harga Pertamax dan Pemadaman Listrik Bergilir
-
Jelang AS vs Paraguay, Mauricio Pochettino Tak Mau Banyak Basa Basi: Harus Menang Terus
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Worth It Tahun 2026,Bikin Konten Estetik Makin Profesional
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik
-
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
-
Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
-
Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928
-
IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini