Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis 927/11/2014), melanjutkan penguatannya. IHSG ditutup pada posisi 5.145,31 atau menguat 12,27 poin (0,25 persen) seiring dengan pelaku pasar saham asing yang kembali mengambil posisi beli saham.
Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 2,25 poin atau 0,25 persen ke posisi 886,84.
"Faktor investor asing yang mengambil posisi beli cukup terasa di pasar saham domestik sehingga menopang IHSG BEI," ujar analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta.
IHSG menguat saat bursa regional cenderung melemah. Bursa Hang Seng melemah 107,70 poin (0,45 persen) ke 24.004,28, indeks Nikkei turun 135,08 poin (0,78 persen) ke 17.248,50, dan Straits Times melemah 8,70 poin (0,26 persen) ke posisi 3.340,96.
Menurut data BEI, sepanjang hari Kamis tercatat pelaku pasar saham asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp552,751 miliar.
William Suryawijaya menambahkan adanya ekspektasi positif terhadap data ekonomi Indonesia pasca dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menjadi salah satu penopang bagi IHSG BEI. Badan Pusat Statistik (BPS) sedianya akan mengumumkan data ekonomi Indonesia pada awal Desember mendatang.
"Secara teknikal, pola tren penguatan indeks BEI masih terjaga hingga diumumkannya rilis data ekonomi di awal bulan Desember yang disinyalir akan cukup bagus," katanya.
Ia memproyeksikan bahwa indeks BEI akan bergerak di kisaran 5.119-5.178 poin dengan potensi menguat pada akhir pekan (Jumat, 28/11/2014).
Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 197.828 kali dengan volume mencapai 5,23 miliar lembar saham senilai Rp3,54 triliun. Tercatat saham yang bergerak naik sebanyak 169 saham, melemah 131 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 101 saham. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini
-
IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini
-
IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang
-
IHSG Sempat Dibuka Melemah Tapi Langsung Hijau, BBCA Masih Dijual Asing
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun
-
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'