- IHSG melemah 1,36 persen pada Rabu, 21 Januari 2026, ditutup pada level 9.010 akibat profit taking dan sentimen domestik.
- Pelemahan pasar dipicu pencabutan izin 28 perusahaan oleh Presiden Prabowo Subianto di berbagai sektor.
- Sektor industri mencatat koreksi terbesar 6,33 persen, sementara BI Rate dipertahankan pada 4,75 persen.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) longsor jatuh hingga 1,36 persen pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Pelemahan ini setelah adanya aksi ambil untung (profit taking) serta memburuknya sentimen kebijakan domestik.
IHSG ditutup melemah ke level 9.010, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengatkan, tekanan jual muncul setelah pelaku pasar melakukan profit taking, yang kemudian diperkuat oleh sentimen negatif dari dalam negeri.
Pasar merespons keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan akibat pelanggaran lingkungan.
Aksi jual berlangsung merata di hampir seluruh sektor. Sektor industri menjadi penekan terbesar dengan koreksi 6,33 persen, disusul sektor properti yang turun 3,44 persen, serta sektor transportasi yang melemah 3,04 persen.
Dari sisi teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, dengan indikator MACD yang mulai menyempit di area positif serta stochastic RSI bergerak turun dari area overbought. Kondisi tersebut membuka peluang lanjutan koreksi dalam jangka pendek, dengan potensi pengujian area support di kisaran 8.950–9.000.
Adapun level pivot berada di 8.950, sementara resistance terdekat berada di 9.000 dan support selanjutnya di 8.900.
Sementara itu, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen dinilai relatif sesuai ekspektasi pasar.
Namun, kebijakan tersebut belum mampu menjadi katalis penahan koreksi IHSG, mengingat fokus kebijakan moneter BI saat ini lebih diarahkan pada stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen eksternal, terutama pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, serta rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS. PDB AS pada kuartal III 2025 diperkirakan tumbuh kuat sebesar 4,3 persen secara kuartalan (QoQ).
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 57,57 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,06 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,91 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 191 saham bergerak naik, sedangkan 556 saham mengalami penurunan, dan 198 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ESIP, BELL, INAI, SCNP, HDIT, KIOS, UANG, PSKT, AIMS, RMKO, CBPE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, UNTR, REAL, ARGO, YELO, SDMU, KICI, RISE, AWAN, TOSK, IFII, HOMI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Selesai Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Purbaya Bela Bahlil, Klaim Stok Minyak RI 20 Hari Masih Aman
-
Dolar Naik Imbas Konflik Iran Vs AS-Israel, Harga Barang Impor Bisa Ikutan Meroket
-
Harga Minyak Naik, Purbaya Klaim Utang Kereta Cepat Whoosh Tak Bebani APBN
-
Purbaya Ngotot soal Rupiah Lemah hingga IHSG Jeblok: Jangankan Krisis, Resesi Saja Belum!
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran Selesai
-
Tiket KA Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen Ludes 625 Ribu, 18 Maret Jadi Tanggal Favorit
-
Pensiunan Didorong Tetap Produktif Lewat Program Pemberdayaan
-
BI Catat Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Februari
-
InJourney Hospitality Kembalikan Operasikan Hotel Bersejarah di Dekat Malioboro
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut