- Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, menyatakan stok CBP melimpah 3,3 juta ton, melarang keras penetapan harga beras melebihi HET.
- Perum Bulog telah menyerap 15,6 ribu ton beras produksi dalam negeri hingga 22 Januari 2026 untuk stok CBP.
- Pemerintah menargetkan Bulog menyerap 4 juta ton beras domestik pada 2026, berpotensi membuat stok capai 6 juta ton.
Suara.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menegaskan tidak ada ruang bagi pedagang menetapkan harga beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Pasalnya, saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sudah melimpah hingga mencapai 3,3 juta ton.
"Tadi malam kami komunikasi dengan Bapak Wakil Kapolri. Kami ingin pangan stabil. Pemerintah ingin pangan stabil. Yang pertama, beras, agar tidak ada alasan harga beras diatas HET," ujar Amran dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).
Amran menekankan, stok beras yang besar seharusnya menjadi penahan utama agar harga tidak bergerak liar di tingkat konsumen. Terlebih, pemerintah memastikan ketersediaan CBP dalam kondisi aman untuk menjaga pasokan.
"Kenapa? Beras kita cadangan stok hari ini 3 juta lebih. Jadi sangat cukup untuk masyarakat," sambung Amran.
Selain stok yang tersedia, Amran menyampaikan Perum Bulog juga sudah mulai melakukan penyerapan gabah setara beras dari produksi dalam negeri. Ia meyakini serapan Bulog pada 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami pantau tadi malam, serapannya lebih tinggi daripada awal tahun lalu. Luas tanaman kita lebih tinggi dari tahun lalu. Aku ikuti kurang lebih (serapan) 5 ribu ton tadi malam, tanggal 21 Januari," ucap Amran.
Berdasarkan laporan yang diterima Bapanas, per 22 Januari 2026, Perum Bulog telah melaksanakan pengadaan setara beras produksi dalam negeri dengan total mencapai 15,6 ribu ton. Pengadaan tersebut terdiri dari 13,5 ribu ton untuk stok CBP dan 2 ribu ton untuk kebutuhan komersial.
Pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kepala Bapanas, Menteri Keuangan, dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor 3 Tahun 2026, Nomor 14 Tahun 2026, dan Nomor 47 Tahun 2026. Aturan ini mengatur penugasan kepada BUMN bidang pangan dalam rangka penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah tahun 2026.
Dalam kebijakan tersebut, Bulog mendapat target pengadaan beras produksi dalam negeri sebanyak 4 juta ton pada 2026. Target ini mengacu pada hasil rapat koordinasi terbatas tingkat menteri pada 29 Desember 2025.
Baca Juga: Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas
Amran optimistis jika serapan Bulog berjalan sesuai target, stok CBP bisa melonjak drastis dalam beberapa bulan ke depan. Ia bahkan memprediksi stok beras pemerintah berpeluang menyentuh angka yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.
"Artinya, hitungan kami untuk beras, hampir pasti di bulan Juni, Mei, itu stok kita kisaran 5 sampai 6 juta ton dan tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Ini hasil kerja keras kita semua," imbuhnya.
Dengan kondisi itu, Amran kembali menegaskan tidak ada alasan harga beras bergerak di atas ketentuan HET. Apalagi, Indonesia saat ini juga sudah memasuki masa panen yang akan menambah pasokan di dalam negeri.
"Stok kita sekarang 3,3 juta ton dan sekarang ini masuk masa panen. Kalau Bulog serap sampai Juni 3 juta ton, itu berarti 6 juta ton berasnya. Artinya, beras tidak ada alasan harga naik," pungkas Amran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
-
Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
-
Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana