Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan proyek percontohan (pilot project) pemanfaatan bahan bakar gas untuk moda transportasi kereta api dan kapal laut akan segera dilakukan.
"Saya sudah bilang ke Dirjen Migas Kemen ESDM, PT KAI dan Pelni. Kita mau ada MoU (nota kesepahaman) soal konversi ke BBG, mudah-mudahan bulan ini bisa diteken," kata Direktur Gas BPH Migas Djoko Siswanto di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (18/2/2015).
Proyek percontohan itu, menurut Djoko dilakukan untuk bisa menggenjot penggunaan bahan bakar gas dalam rangka konversi dari bahan bakar minyak.
Ia menuturkan, dalam kerja sama itu nanti, Kementerian ESDM akan menyiapkan konverter kit, PT KAI dan Pelni menyiapkan kereta dan kapal yang bahan bakarnya bisa dikonversi, sedangkan PT PLN, Pertamina Gas dan PGN menyiapkan fasilitas gas.
"Sementara Ditjen Perhubungan Laut nanti harus siapkan lahan di pelabuhan untuk SPBG," ujarnya.
Menurut Djoko, pemanfaatan gas untuk kereta api dan kapal laut memungkinkan untuk dilakukan. Pasalnya, negara lain seperti Kanada dan Norwegia telah menerapkannya dengan sukses.
Terlebih lagi, berdasarkan persyaratan internasional, kapal-kapal Indonesia sudah dilarang masuk ke Eropa karena berbahan bakar solar.
"Untuk kapal, peraturan internasional menyatakan kapal kita tidak bisa ke Eropa karena masih pakai solar. Seharusnya 70 persen sudah dicampur gas alam cair (liquefied natural gas/LNG)," katanya.
Djoko juga memaparkan, dalam studi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sudah ada 286 lokomotif kereta yang bisa dikonversi agar bisa menggunakan gas sebagai bahan bakarnya.
Selain alasan ramah lingkungan, konversi ke gas diklaim bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak untuk kereta api yang per tahun menghabiskan 108.000 kiloliter.
"Kalau pakai gas, cukup 11 MMSCFD saja," katanya.
Djoko mengatakan target di masa depan akan ada total 50 kapal perintis dan 30 kapal Pelni yang sudah bisa dikonversi menggunakan BBG. (Antara)
Berita Terkait
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
PGN Gagas Putar Otak Dorong Penggunaan Bahan Bakar Gas
-
Potret Motor Bernuansa Dapur Masak, Gunakan Bahan Bakar Antimainstream
-
PGN Sosialisasi BBG Gasku, Bahan Bakar Ramah Lingkungan & Kantong di IIMS 2024
-
PGN Subholding Gas Pertamina Gandeng JNE Implementasikan Konversi BBG untuk Efisiensi Kendaraan Logistik
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri