Suara.com - Ketika Kris Sanchez (23 tahun) bergabung dengan Twitter pada 2009, dia tidak mempunyai banyak harapan.
“Saya membuat akun Twitter karena saya ingin mem-follow Britney Spears. Saya adalah fans beratnya,” kata Kris.
Dia baru sadar bahwa dia tidak mempunyai banyak hal yang bisa di-tweet tentang kehidupan sehari-hari. Dia pun mulai berkicau tentang fakta-fakta secara acak yang didapatnya ketika tengah berselancar di internet.
Ternyata, Kris sangat menikmati tweet-nya tersebut. “Pada 2011, saya memutuskan untuk melakukan tweet setiap hari selama 24 jam. Jadi setiap 15 menit akan ada satu fakta yang saya tweet,” jelasnya.
Di saat itulah, lahir UberFacts. Tidak perlu waktu lama, UberFacts langsung mempunyai 200 ribu followers. Sejumlah nama terkenal yang menjadi followers UberFacts antara lain Paris Hilton dan Khloe Kardashian.
“Mereka membantu saya untuk menghasilkan uang dengan UberFacts, dengan membangun galeri dan link tweet. Saya mendapatkan cek 600 hingga 800 dolar Amerika per minggu dan saya sama sekali tidak percaya itu semua,” katanya.
Kini, akun Twitter pribadi Sanchez mempunyai 9,4 juta followers. Sedangkan Facebook page-nya mempunyai lebih dari 1,27 juta likes dan akun Instagram dengan 468 ribu followers.
Setiap tahun, Sanchez meraup uang 500 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp6,4 miliar dari UberFacts. Belum lama ini, Sanchez meluncurkan aplikasi UberFacts yang diprediksi bisa mendatangkan uang 60 ribu dolar Amerika per minggu. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk berkomentar tentang fakta serta membaginya dengan teman mereka.
Sanchez juga sudah mulai menyewa dua orang untuk membantunya mencari fakta dan juga menjadwal kicauan tentang fakta setiap hari. Biasanya, ada dua hingga empat fakta yang dibagi di UberFacts setiap jam.
“Itulah yang kami putuskan sehingga orang tidak terlalu banyak diluberi oleh fakta-fakta dari UberFacts,” ungkapnya.
Namun, tweet fakta dari UberFacts juga menuai kritik karena kerap tidak akurat. Sanchez menegaskan, timnya selalu berupaya untuk memverifikasi semua fakta yang didapat sebelum melakukan tweet.
“Kami akan memastikan bisa mendapatkan banyak sumber untuk masing-masing fakta. Kadang kami membuat kesalahan. Kadang ada satu website yang melakukan kesalahan atau satu website mengatakan hal yang benar dan yang lainnya salah. Mempunyai tim sangat membantu dalam melakukan verifikasi,” jelasnya.
“Saya tidak menyangka ini akan menjadi pekerjaan tetap saya. Saya selalu menikmati bisa menghibur orang. Saya berharap UberFacts bisa membawa nilai yang berbeda dari internet,” jelasnya. (BussinesInsider)
Tag
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?