- IHSG merosot 2,46 persen ke level 6.926,548 pada sesi pertama perdagangan Kamis, 30 April 2026 di Jakarta.
- Peningkatan tekanan jual menyebabkan indeks menembus level psikologis 7.000 dan bergerak di bawah indikator teknikal MA5.
- Sebanyak 648 saham mengalami penurunan dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,26 triliun pada akhir sesi tersebut.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot pada sesi pertama perdagangan Kamis, 30 April 2026. Tekanan jual yang meningkat membuat indeks turun hingga menembus level psikologis penting.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG tercatat turun 174,678 poin atau 2,46 persen ke level 6.926,548 pada akhir sesi pertama.
Secara teknikal, pelemahan ini menjadi sinyal negatif bagi pergerakan indeks dalam jangka pendek.
IHSG tidak hanya menembus level psikologis 7.000, tetapi juga bergerak di bawah MA5 yang selama ini menjadi penopang pergerakan.
Selain itu, indikator MACD menunjukkan pelebaran negatif pada histogram, yang mengindikasikan tekanan jual masih berlanjut.
"Dengan kombinasi sinyal tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah dan berpotensi menguji 6.975 pada sesi kedua perdagangan hari ini," tulis riset tersebut.
Pelemahan ini menandakan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar, terutama setelah indeks gagal mempertahankan tren rebound yang sempat terjadi sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada sesi kedua diperkirakan masih akan dibayangi tekanan jual, sambil menunggu sentimen baru yang mampu menopang pergerakan pasar.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 22,48 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,26 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,54 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 103 saham bergerak naik, sedangkan 648 saham mengalami penurunan, dan 208 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, HERO, ADHI, SMU, PSDN, NIKL, LCKM, EURO, CASH.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, BOBA, KONI, MEGA, BLUE, LUCK, LAPD, KOCI, CITA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
BRI Debit FC Barcelona Hadirkan Pengalaman Belanja Eksklusif untuk Para Fans
-
Kemendag Perketat Impor Pangan, Gandum Pakan hingga Kacang Tanah Kini Wajib Kantongi Persetujuan
-
Ketahanan Energi RI Juara 2 Dunia, Bahlil Girang!
-
UMKM Jadi Bantalan Ekonomi, Tapi Kok Ekspor Masih Loyo? Ini Solusinya!
-
Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026
-
Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk
-
AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak
-
Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!
-
OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus 119 Dolar AS