Suara.com - Program sejuta rumah yang rencananya akan melakukan ground breaking pada April mendatang masih banyak diragukan.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, hingga kini , program ini masih kabur. Kata dia, pemerintah terlalu percaya diri melaksanakan program ini dengan suku bunga rendah dan bantuan uang muka.
“Namun yang paling mendasar dan yang sulit untuk diadakan adalah mengenai bank tanah. Bank tanah merupakan tanah-tanah milik pemerintah yang sedianya dapat dibangun rumah rakyat mengingat harga dapat dipatok sesuai target pemerintah tanpa masuk dalam mekanisme pasar perumahan secara umum. Namun sangat disayangkan saat ini pemerintah belum membentuk badan yang fokus untuk mengurus bank tanah ini. Darimana asal bank tanah ? Bank tanah dapat berasal dari pengadaan tanah atau pembelian tanah, aset idle BUMN/BUMD/Pemda,” kata Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Kata dia, pemda seharusnya sudah menyiapkan bank tanah di masing-masing wilayahnya. Banyak pemda saat ini belum sadar mengenai pentingnya bank tanah untuk dibangun perumahan rakyat di daerahnya.
Selain itu aset yang menganggur milik BUMN dapat menambah ketersediaan bank tanah untuk rumah rakyat. Berdasarkan data yang diperoleh Indonesia Property Watch, diperkirakan senilai Rp590 triliun atau sebesar 18% dari total aset BUMN merupakan aset yang idle alias menganggur dan belum dimanfaatkan atau yang masih mempunyai permasalahan (biasanya masalah legal).
“Dengan aset sebesar itu paling tidak terdapat 60.000 hektar tanah milik BUMN yang menganggur dan sebagian dapat dimanfaatkan untuk perumahan rakyat. Dengan asumsi dibangun 1 juta rumah dengan T. 21/60, maka diperlukan lahan 10.000 ha atau hanya 17% dari aset menganggur yang ada,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Deal Dagang Prabowo-Trump: Hilirisasi hingga Perpanjangan Freeport jadi 'Gula-gula' Pemerintah RI
-
Efisiensi Jadi Harga Mati Industri Logistik Indonesia
-
Negosiasi Dagang Rampung, RI Siap Borong Produk Energi AS Senilai Rp235 Triliun
-
Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional
-
Ciri File APK yang Bisa Kuras Rekening, Bercermin dari Hilangnya Miliaran Rupiah di Batang
-
Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!
-
BRI Optimistis 2026: 3 Program Dorong Kredit Produktif
-
Saham Emiten Operator Klub Malam Ini Kena Suspensi di Bulan Ramadan, Ada Apa?
-
Belajar dari Kasus di Batang, Waspadai Penipuan Perbankan Bermodus File APK
-
Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia