Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melirik pasar Eropa untuk membuka rute-rute baru terkait pembebasan visa 30 negara di seluruh dunia untuk kunjungan singkat ke Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo usai konferensi pers yang bertajuk "Analyst Meeting" di Jakarta, Jumat (20/3/2015), menyebutkan negara-negara Eropa yang dijadikan prioritas, di antaranya Inggris, Belanda, Prancis dan Jerman.
"Kita sedang melakukan studi di negara prioritas, selama ini kita sudah mulai di Inggris dan Belanda nanti kita akan pertimbangkan Prancis dan Jerman," katanya.
Menurut Arif, pasar Eropa sangat potensial karena rata-rata tingkat keterisian (load factor) 80 persen, karena itu pihaknya juga akan menambah frekuensi.
"Dari empat (hari dalam seminggu), menjadi lima kemudian menjadi 'daily' (harian). Kita akan pertimbangkan beberapa kota baru, seperti Paris, dan Eropa Timur," katanya.
Mantan Direktur Utama Maskapai Citilink itu menuturkan faktor pendukung lainnya dalam rencana pembukaan rute ke Eropa, yakni maskapai Garuda diminati wisatawan asing.
"Ternyata yang naik Garuda itu rata-rata orang asing, berarti sangat 'acceptable' (dapat diterima) di internasional," katanya.
Namun, Arif menilai yang masih menjadi kendala saat ini adalah terkait berat maksimum lepas landas (maximum take off weight/ MTOW) pesawat Boeing 777 yang belum sesuai, yakni penerbangan langsung ke Eropa maksimal MTOW 336 ton, sementara Garuda masih di angka 351 ton.
"Jadi enggak bisa full karena kita masih ada pembatasan di bawah MTOW itu," katanya.
Namun, dia mengatakan pihaknya menyambut positif pembebasan visa 30 negara tersebut karena bisa meningkatkan jumlah penumpang, terutama untuk kegiatan rekreasi "leisure".
Dia menargetkan dengan pembebasan visa 30 negara tersebut, penerbangan internasional diharapkan meningkat 10 persen dari yang saat ini sudah menyumbang 35 persen.
"Pembebasan visa insentif yang bagus buat kita, juga untuk mendatangkan devisa karena rupiah turut menguat," katanya.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator Perekonomian, disepakati pemberian bebas visa kunjungan singkat ke Indonesia untuk 30 negara, di antaranya Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, dan Rusia.
Kemudian, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, dan Polandia. Selanjutnya, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, serta Afrika Selatan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Today History 30 Juli, Final Piala Dunia Pertama Hingga Hari Lahir DN Aidit
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit
-
Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI dan Kemhan, Apa Kabar Perbaikan Nasib Guru?
-
Bedak OMG Tahan Berapa Lama? Ini 2 Pilihan Paling Awet Seharian Tanpa Touch Up
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Deddy Yevri Bantah Hina Jurnalis, Minta Penuduh Minta Maaf karena Fitnah
-
Jatim Media Summit 2026: Tak Cukup Jual Berita, Media Harus Bertransformasi ke Beyond Media
-
Setelah Lampung Viral, Warga Banyuasin Juga Patungan Hampir Rp1 Miliar Demi Jalan Rusak