Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memgatakan bahwa negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik sepakat untuk memobilisasi sumber daya keuangan untuk pembiayaan pembangunan berkelanjutan, seperti misalnya penerimaan pajak.
"Negara-negara Asia-Pasifik sepakat untuk menghasilkan kesepakatan dalam isu pembiayaan pembangunan berkelanjutan yang disebut Jakarta Outcome Document," ujar Bambang, dalam konferensi pers tentang Asia-Pacific High-Level Consultation on Financing for Development, di Gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta, Kamis (30/4/2015).
Bambang mengatakan, Forum Konsultasi Tingkat Tinggi Asia-Pasifik itu membahas isu-isu terkait pembangunan yang berkesinambungan, yang mana salah satu rekomendasi yang diperoleh adalah upaya untuk memobilisasi sumber pendanaan melalui penerimaan pajak.
"Yang penting adalah memobilisasi sumber daya keuangannya. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pengumpulan pajak adalah kunci utama bagi berlangsungnya pembangunan berkelanjutan, karena penerimaan pajak yang memadai akan menjadi sumber pembiayaan pembangunan," ujarnya.
Menkeu pun mengatakan, pengoptimalan penerimaan pajak bukan hanya menjadi isu nasional, namun juga global.
"Ini adalah isu global, yang mana yang paling penting kita memobilisasi pajak," tuturnya.
Selain optimalisasi upaya penerimaan pajak, untuk mendorong pembangunan berkesinambungan, menurut Bambang lagi, perlu membangun inovasi-inovasi baru dalam pembiayaan pembangunan, terutama untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.
"Selain itu, yang juga banyak dibahas dalam dua hari ini adalah (bahwa) yang bertanggung jawab untuk pembangunan itu tidak hanya pemerintah semata, tetapi sektor swasta juga ikut berpartisipasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Menkeu mengatakan bahwa Indonesia berharap mendapatkan manfaat yang lebih besar dalam hal pembiayaan untuk pembangunan, baik di sektor infrastruktur, sektor sosial, usaha kecil, perkotaan, teknologi, maupun pembiayaan iklim.
"Kita berharap, dengan forum seperti ini ada kesadaran global bahwa pembiayaan infrastruktur itu adalah hal penting, tentunya selain pembiayaan untuk isu-isu pembangunan," pungkasnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa