Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (6/5/2015) pagi, menguat lima poin dari posisi terakhir kemarin menjadi Rp13.031 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpeluang menguat lebih tinggi seiring dengan membesarnya defisit neraca perdagangan Amerika Serikat menjadi 51,4 miliar dolar AS pada Maret dari 35,9 miliar dolar AS pada Februari..
"Situasi itu dapat memberikan alasan bagi dolar AS untuk kembali melanjutkan tren pelemahannya," kata Rangga.
Ia menjelaskan jika defisit neraca perdagangan Amerika Serikat tumbuh lebih cepat dari pendapatan masyarakatnya maka pada akhirnya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi negara itu sehingga kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pelaku pasar uang sedang menanti pengumuman data tenaga kerja sektor swasta Amerika Serikat dari Automatic Data Processing Inc, yang akan menjadi acuan untuk memprediksi penggajian sektor non-pertanian.
"Itu berpengaruh pada mata uang dunia, karena menggambarkan informasi gaji sektor non-pertanian di Amerika Serikat, juga dapat memberi gambaran kapan The Fed akan menaikkan suku bunganya," kata Ariston. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?