Suara.com - Setelah muncul kasus beras plastik, Menteri Rachmat Gobel akan menerapkan aturan mengenai jenis beras yang boleh masuk pasar. Beras yang akan dijual harus terdaftar di Kementerian Perdagangan.
"Kemendag sekarang akan mengatur kembali bahwa semua merek dagang yang ada untuk beras ini, akan kita atur untuk terdaftar di Kementerian Perdagangan," kata Menteri Gobel di Polda Metro Jaya, Senin (25/5/2015).
Kebijakan tersebut, kata Gobel, bertujuan untuk mengantisipasi peredaran beras plastik.
Kalau sudah ada atura, tapi masih beredar beras palsu, kata dia, pengedarnya akan ketahuan.
"Kemudian, dengan demikian kita akan tau siapa yang memproduksi barang-barang ini," kata Gobel.
Kementerian Perdagangan akan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk mengawasi penjualan beras hingga ke daerah.
"Selama ini kita juga kurang paham siapa yang memproduksinya dan itu juga akan kita koordinasikan dengan Kementerian Pertanian," katanya.
Beras plastik pertamakali ditemukan oleh penjual bubur dan nasi uduk di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kasus ini kemudian menjadi perhatian publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak